Penjelasan Najwa Shihab Soal Video 'Wawancarai' Kursi Kosong Wakili Menkes Terawan

Dalam video yang diunggah itu, Najwa terlihat memberikan pertanyaan yang mengarah ke kursi kosong yang ada di hadapannya.

Editor: Weni Wahyuny
Capture YouTube Najwa Shihab
Viral video Najwa Shihab 'Menanti Terawan' 

Kedua, setiap pengambilan kebijakan diasumsikan adalah solusi atas problem kepublikan.

Siapa pun bisa mengusulkan solusi, namun agar bisa berdampak ia mesti diambil sebagai kebijakan oleh pejabat yang berwenang, dan mereka pula yang punya kekuasaan mengeksekusinya.

Menteri adalah eksekutif tertinggi setelah presiden, dialah yang menentukan solusi mana yang diambil sekaligus ia pula yang mengeksekusinya.

Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto di dampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat melakukan kunjungan kerja di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang, Jumat (24/06/20). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Menteri Kesehatan dr. Terawan Agus Putranto di dampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat melakukan kunjungan kerja di Rumah Sakit Bhakti Wira Tamtama Semarang, Jumat (24/06/20). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Ketiga, tak ada yang lebih otoritatif selain menteri untuk membahasakan kebijakan-kebijakan itu kepada publik, termasuk soal penanganan pandemi.

Selama ini, penanganan pandemi terkesan terfragmentasi, tersebar ke berbagai institusi yang bersifat ad-hoc, sehingga informasinya terasa centang perenang.

"Kami menyediakan ruang untuk membahasakan kebijakan penanganan pandemi ini agar bisa disampaikan dengan padu. Bedanya, media memang bukan tempat sosialisasi yang bersifat satu arah, melainkan mendiskusikannya secara terbuka," jelasnya.

Keempat, warga negara wajib patuh kepada hukum, tapi warga negara juga punya hak untuk mengetahui apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh negara.

Warga boleh mengajukan kritik dalam berbagai bentuk, bisa dukungan, usulan, bahkan keberatan.

"Publik perlu menyimak paparan rencana pemerintah untuk mengatasi pandemi yang telah berlangsung selama 6 bulan ini," kata dia.

Seperti diketahui  Tagar #MataNajwaMenantiTerawan sedang ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Tagar itu viral menyusul acara Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab.

Dalam acara yang diunggah di YouTube Senin (28/9/2020) tersebut, Najwa mencecar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dengan 16 pertanyaan.

Pasalnya, Terawan tak pernah memenuhi undangan tim Mata Najwa.

"Kesekian kalinya, inilah kursi dan panggung Mata Najwa untuk Menteri Terawan," ucap Najwa Shihab.

Berikut Rangkuman 16 pertanyaan dari Najwa Shihab untuk Menteri Terawan, dilansir TribunnewsBogor.com:

ILUSTRASI - Najwa Shihab, jurnalis senior putri kedua dari pasangan Prof Dr H Quraish Shihab dan Hj Fatmawati Assegaf. Najwa Shihab dikenal sebagai presenter program acara Mata Najwa yang tayang tiap Rabu pukul 20.00 WIB di Trans7.
ILUSTRASI - Najwa Shihab, jurnalis senior putri kedua dari pasangan Prof Dr H Quraish Shihab dan Hj Fatmawati Assegaf. Najwa Shihab dikenal sebagai presenter program acara Mata Najwa yang tayang tiap Rabu pukul 20.00 WIB di Trans7. (Instagram/najwashihab)

1. Mengapa menghilang pak? Anda minim sekali muncul di depan publik memberi penjelasan selama pandemi? Rasanya menetri kesehatan yang paling low profile di seluruh dunia hanya meteri kesehaan Republik Indonesia

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved