Penjelasan Najwa Shihab Soal Video 'Wawancarai' Kursi Kosong Wakili Menkes Terawan
Dalam video yang diunggah itu, Najwa terlihat memberikan pertanyaan yang mengarah ke kursi kosong yang ada di hadapannya.
Kedua, setiap pengambilan kebijakan diasumsikan adalah solusi atas problem kepublikan.
Siapa pun bisa mengusulkan solusi, namun agar bisa berdampak ia mesti diambil sebagai kebijakan oleh pejabat yang berwenang, dan mereka pula yang punya kekuasaan mengeksekusinya.
Menteri adalah eksekutif tertinggi setelah presiden, dialah yang menentukan solusi mana yang diambil sekaligus ia pula yang mengeksekusinya.

Ketiga, tak ada yang lebih otoritatif selain menteri untuk membahasakan kebijakan-kebijakan itu kepada publik, termasuk soal penanganan pandemi.
Selama ini, penanganan pandemi terkesan terfragmentasi, tersebar ke berbagai institusi yang bersifat ad-hoc, sehingga informasinya terasa centang perenang.
"Kami menyediakan ruang untuk membahasakan kebijakan penanganan pandemi ini agar bisa disampaikan dengan padu. Bedanya, media memang bukan tempat sosialisasi yang bersifat satu arah, melainkan mendiskusikannya secara terbuka," jelasnya.
Keempat, warga negara wajib patuh kepada hukum, tapi warga negara juga punya hak untuk mengetahui apa yang sudah, sedang dan akan dilakukan oleh negara.
Warga boleh mengajukan kritik dalam berbagai bentuk, bisa dukungan, usulan, bahkan keberatan.
"Publik perlu menyimak paparan rencana pemerintah untuk mengatasi pandemi yang telah berlangsung selama 6 bulan ini," kata dia.
Seperti diketahui Tagar #MataNajwaMenantiTerawan sedang ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Tagar itu viral menyusul acara Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab.
Dalam acara yang diunggah di YouTube Senin (28/9/2020) tersebut, Najwa mencecar Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dengan 16 pertanyaan.
Pasalnya, Terawan tak pernah memenuhi undangan tim Mata Najwa.
"Kesekian kalinya, inilah kursi dan panggung Mata Najwa untuk Menteri Terawan," ucap Najwa Shihab.
Berikut Rangkuman 16 pertanyaan dari Najwa Shihab untuk Menteri Terawan, dilansir TribunnewsBogor.com:

1. Mengapa menghilang pak? Anda minim sekali muncul di depan publik memberi penjelasan selama pandemi? Rasanya menetri kesehatan yang paling low profile di seluruh dunia hanya meteri kesehaan Republik Indonesia