Inilah Identitas Oknum yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang saat Rapid Test di Bandara Soetta

Menurut Adi, korban berinisial LHI sendiri sudah bersedia untuk dimintai keterangan oleh Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta di tempat ia beker

Editor: Weni Wahyuny
tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi Pelecehan Seksual 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Update kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh seorang wanita saat rapid test di Bandara Soekarno-Hatta.

Kini Polresta Bandara Soekarno-Hatta sudah mengantongi identitas oknum tenaga kesehatan yang melakukan pelecehan seksual dan pemerasan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara rapid test di Bandara Soekarno-Hatta yakni PT. Kimia Farma Diagnostika.

Pihaknya juga sudah menanyakan soal identitas E ini kepada Ikatan Dokter Indonesia (IDI) apakah oknum tersebut sudah berstatus dokter atau belum.

Menurut Adi, korban berinisial LHI sendiri sudah bersedia untuk dimintai keterangan oleh Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta di tempat ia bekerja yakni di Bali.

"Laporan resminya LHI akan membuat laporan polisi sebagai dasar melakukan penyidikan dan penyelidikan untuk cukup bukti diberlakukan penyidikan," jelas Adi.

Isak Tangis Keluarga Rinaldi Harley Wismanu di TPU Nologaten, Orang Tua Sampaikan Permohonan Maaf

Polisi Jemput Bola Korban Pelecehan

Polresta Bandara Soekarno-Hatta jemput bola melakukan penyidikan kasus pemerasan dan pelecehan seksual oleh oknum tenaga kesehatan di Terminal 3.

Diketahui, korban sekaligus penumpang di Bandara Soekarno-Hatta berinisial LHI mendapatkan perilaku pelecehan seksual dan pemerasan yang dilakukan oknum nakes saat melakukan rapid test.

Menurut Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra mengatakan pihak Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta sudah berangkat ke Denpasar, Bali untuk memintai keterangan korban, LHI.

Sebab, LHI sendiri bekerja dan berdomisili di pulau dewata saat ini.

"Dirinya khawatir untuk ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta sehingga jemput bola ke sana guna kepentingan penyidikan dan penyelidikan dan percepatan dari penanganan peristiwa ini," kata Adi saat dijumpai di kantornya, Senin (21/9/2020).

Ia mengatakan hingga saat ini dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak Airport Operation Control Center (AOCC) dan pihak penyelenggara rapid test di Bandara Soekarno-Hatta yakni PT Kimia Farma.

Romlah Pedagang Sayur di Muba Tewas Dihantam Mitsubishi Strada, Mobil Masuk Kolong Rumah Warga

Koordinasi dimaksudkan untuk melengkapi data dan mengungkap kasus pelecehan seksual dan pemerasan oknum nakes dari PT Kimia Farma di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved