Breaking News:

Berita Palembang

Mahasiswa Demo di Universitas PGRI Palembang, Minta Oknum Sekuriti yang Pukul Rekannya Diproses

Sebanyak kurang lebih 150 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi ini tampak marah dan berorasi dengan nada tinggi saat menyampaikan poin mengenai ke

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG DWIPAYANA
Ratusan Mahasiswa yang tergabung dari Universitas PGRI Palembang, Universitas Bina Darma (UBD), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah dan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menggelar aksi demonstrasi di depan Universitas PGRI Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ratusan Mahasiswa yang tergabung dari Universitas PGRI Palembang, Universitas Bina Darma (UBD), Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah dan Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menggelar aksi demonstrasi di depan Universitas PGRI Palembang.

Ketua Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas PGRI Palembang, Nur Muhammad Habibillah mengatakan, mahasiswa meminta keadilan kepada pihak rektorat dan yayasan atas kekerasan terhadap mahasiswa PGRI oleh oknum keamanan yang melakukan kekerasan.

"Kami meminta oknum security yang memukul rekan kami untuk diproses. Di sini ada pak polisi. Mohon ditindaklanjuti laporan kami ke Polrestabes Palembang beberapa hari lalu," kata Nur saat menggelar orasi, Senin (14/9/2020) siang.

Sebanyak kurang lebih 150 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi ini tampak marah dan berorasi dengan nada tinggi saat menyampaikan poin mengenai kekerasan terhadap mahasiswa.

Demo Mahasiswa di Universitas PGRI Palembang Ricuh, Pihak Kampus Sebut Ada Orang Luar yang Menyusup

Mahasiswa bahkan meminta rektor PGRI diturunkan dari jabatan jika tak mampu memberi sanksi pada oknum security tersebut.

"Kalau tidak bisa mengayomi mahasiswa, rektor mundur saja!" tegas Nur.

Selain menuntut keadilan atas pemukulan terhadap rekan mereka, mahasiswa meminta pihak kampus memangkas Uang Kuliah Mahasiswa (UKM) yang dibayar persemester, dipangkas 50 persen.

BREAKING NEWS: Ketua Imam Masjid Nurul Iman Tanjung Rancing OKI Meninggal, Dibacok saat Salat Magrib

FAKTA Baru Pembacok Imam Masjid di Tanjung Racing OKI, Ternyata Sopir Pribadi: Sudah Semakan Seminum

Keseharian M Arif, Imam Masjid yang Dibacok Sopir Pribadi saat Salat, 10 Tahun jadi Guru Ngaji

"Kepada pihak rektorat dan yayasan untuk menurunkan UKM sebesar 50 persen. Di masa pandemi ini, banyak di antara mahasiswa yang terdampak ekonominya," masih ujar Nur.

Aksi mahasiswa selama tiga jam mulai pukul 11.00 hingga pukul 14.00 ini, akhirnya mendapat respon dari pihak rektorat.

Pihak kampus PGRI mengatakan, segala aspirasi mahasiswa akan didiskusikan dengan Rektor University PGRI.

"Mengenai potongan UKM, kita ada alternatif lain seperti bantuan dari Kemendikbud RI dan Gubernur Sumsel untuk dana stimulan UKT. Sudah ada sekira 5 ribu lebih penerima bantuan dadi total 8 ribu mahasiswa PGRI," kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan PGRI, Drs. Sukardi saat merespon aspirasi mahasiswa.

Sukardi menjelaskan, UKM sebesar Rp 3,9 juta bisa dicicil dua kali dalam satu semester.

Sudah Lama Intai Syekh Ali Jaber, AA Pelaku Penusukan Akui Sering Terbayang-bayang dengan Ceramahnya

Mahfud MD Kecam Keras Penusukan Terhadap Syekh Ali Jaber : Pelaku Adalah Musuh Kedamaian

Bahkan, lanjut Sukardi, mahasiswa yang tak mampu membayar UKM dapat mengajukan surat permohonan tertulis kepada rektor dengan diketahui dekan di fakultas masing-masing.

"Bisa dicicil dua kali dan bisa mengajukan permohonan jika memang tidak mampu membayar UKM. Nanti surat permohonan akan menunggu persetujuan dari rektor," jelas Sukardi.

"Mengenai permohonan pemotongan UKM sebesar 50 persen, ini akan kami bahas dengan rektor. Kami belum bisa putuskan hari inu juga karena bagaimanapun kami perlu musyawarah terlebih dahulu," imbuh Sukardi menegaskan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved