Berita Muara Enim
Dini Menangis Ceritakan Nasibnya, Sering Mengamuk Memikirkan Sakitnya Tak Kunjung Sembuh
Gadis yang sebelumnya tercatat sebagai salah satu karyawan di sebuah perusahaan swasta inipun harus kehilangan pekerjaannya karena penyakitnya
Penulis: Ika Anggraeni | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM-Sungguh malang nasib yang dialami Dini Wulan Pratimi, warga RT 11 Desa Tegalrejo, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.
Gadis 26 tahun ini terus mengerang kesakitan karena gagal ginjal yang ia derita sejak 1,5 tahun lalu.
Bahkan gadis manis ini sudah 1 bulan ini mengalami depresi karena selalu memikirkan sakit yang dideritanya.
Ditemui Tribunsumsel.com di kediamnya di Jalan H Dahlan RT 11 desa Tegal Rejo, Kecamatan Lawang Kidul, tampak Dini mengamuk di dalam rumahnya.
Ia ingin keluar rumah, pergi ke rumah sakit untuk mengobati sakit yang sudah 1.5 tahun ia derita.
Gadis yang sebelumnya tercatat sebagai salah satu karyawan di sebuah perusahaan swasta inipun harus kehilangan pekerjaannya karena penyakitnya tersebut.
Sumarti (46 tahun), sang ibunda dengan penuh kesabaran mencoba menenangkan dini yang sedang mengamuk dan ingin pergi keluar.
• Cara Membedakan Burung Jantan dan Betina Burung Murai Batu, Kacer, Love Bird, Ciblek, Cucak Ijo
Tampak beberapa perabot rumah tanggapun berserakan karena di jatukan anak sulung dari dua bersaudara tersebut.
Dikatakan Sumarti, Dini baru sekitar 3 bulan ini mengalami perubahan pada psikologisnya karena terlalu sering memikirkan penyakit yang ia derita.
"Sekarang ini, tiap hari ia selalu mengamuk, padahal sebelumnya ia tidak pernah seperti ini, setelah lebaran kemarin,dini mulai berubah, ia itu kepikiran penyakitnya,"
"Kemudian dia sedih melihat adiknya masih nganggur, ayahnya cuma kuli bangunan, dan dirinya mengalami sakit seperti ini, jadi karena banyak pikiran tersebut mempengaruhi kejiwaannya,"katanya kepada Tribunsumsel.com.
Dijelaskan Sumarti, ia yang sebelumnya berprofesi sebagai pengasuh bayi terpaksa berhenti bekerja karena harus menjaga dini.
• Remaja Cinta Negeri di Kampung Cempaka 26 Ilir Palembang Manfaatkan Barang Bekas Jadi PLTB Mini
"Liatlah, perutnya, kakinya, semua membengkak, ditambah lagi kondisinya seperti ini membuat saya sedih melihat kondisi anak gadis saya satu-satunya ini, makanya saya tidak bisa bekerja lagi karena harus merawat Dini,"
"Untuk makan sehari-hari kami bergantung pada penghasilan bapaknya Dini yang bekerja sebagai kuli bangunan,"katanya.
Ia juga mengatakan bahwa keinginan terbesarnya adalah melihat anak gadisnya sembuh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/dini-penderita-gagal-ginjal.jpg)