Berita Muara Enim
Dini Menangis Ceritakan Nasibnya, Sering Mengamuk Memikirkan Sakitnya Tak Kunjung Sembuh
Gadis yang sebelumnya tercatat sebagai salah satu karyawan di sebuah perusahaan swasta inipun harus kehilangan pekerjaannya karena penyakitnya
Penulis: Ika Anggraeni | Editor: Wawan Perdana
Sebelumnya dini cuci darah di Palembang namun sekarang tidak lagi karena di Rumah Sakit Muaraenim sudah bisa.
"Paling ke Palembang cuma untuk kontrol, dan kami terus terang berat dengan biaya transprotnya, meskipun berobatnya gratis, tapi untuk ongkos dan makan minum juga masih butuh biaya,"katanya.
Ditambahkan Sumarti ia ingin melakukan ikhtiar lainnya untuk mengobati penyakit dini.
"Saya ingin membawa dini kemana saja, asal dia bisa sembuh, tapi itu tadi saya tidak bisa karena terkendala biaya, saya ingin melihat anak saya seperti dulu, minimal ia bisa beraktivitas seperti orang-orang, kalau melihat kondisi dini sekarang, saya cuma bisa pasrah,"katanya.
Sementara itu Dini Wulan Pratimi yang diajak berbincang mengatakan, keinginan terbesarnya adalah sembuh dan bisa beraktivitas kembali.
"Bagaimana saya tidak kepikiran, semua terasa sesak di dada, lihatlah kaki saya bengkak begitu juga perut saya, saya ingin pergi ke rumah sakit,saya ingin berobat dan ingin sembuh,"ucapnya dengan berlinang air mata.
Dikatakan Dini, selain itu ia juga ingin memiliki kursi roda, agar dia bisa dengan leluasa bergerak.
"Ini untuk bergerak saja, perut saya sakit, kaki saya tidak kuat untuk berdiri, makan tidak enak,tidak makan juga tidak enak,semuanya rasanya serba salah,"ungkap Dini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/dini-penderita-gagal-ginjal.jpg)