Berita Viral

VIRAL Surat Diduga Utang Negara Tahun 1947 Ditemukan Warga Tanjung Lubuk OKI, Disimpan dalam Guci

Dibacakan Harun, isi dalam surat tersebut mengandung perjanjian pinjaman uang oleh negara Republik Indonesia.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO DAVINCHI
viral surat pinjaman uang pemerintah Republik Indonesia 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Viral secarik surat masa lampau ditemukan di Ogan Komering Ilir (OKI).

Surat yang ditemukan berupa surat diduga  pinjaman utang piutang di tahun 1947.

Surat tersebut ditemukan oleh warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Wartawan Tribunsumsel mendatangi lokasi yang berada tepat di perbatasan antara Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu Timur, Rabu (19/8/2020).

Ketika sampai di lokasi, awak media langsung disambut Harun Djakfar yang merupakan cucu dari pembuat surat perjanjian utang negara sebesar Rp1.500 rupiah.

"Ini yang tadi saya bilang, surat berupa utang negara kepada kakek saya di tahun 1947," ucapnya sambil menunjukkan secarik kertas yang telah di laminating (dilapisi dengan plastik-red).

Dibacakan Harun, isi dalam surat tersebut mengandung perjanjian pinjaman uang oleh negara Republik Indonesia.

"Telah terima dari nama H. Jakfar dusun tanjung baru kewedaan Ogan Komering Ilir uang pinjaman kepada pemerintah Republik Indonesia sebesar seribu lima ratus rupiah (Rp1.500)

Yang mana telah memenuhi surat perintah d.d komandan resimen brigader garuda tahun 10-11-1947.

Disahkan dan disaksikan oleh Pasirah marga bengkulah Ismail Kj. dan Kol. Paisol," katanya sesuai isi surat yang dibacakan Harun.

Harun Djakfar ketika sedang membacakan isi surat pinjaman uang kepada pemerintah Republik Indonesia, Rabu (19/8/2020) pagi.
Harun Djakfar ketika sedang membacakan isi surat pinjaman uang kepada pemerintah Republik Indonesia, Rabu (19/8/2020) pagi. (TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO DAVINCHI)

Diterangkan Harun Djakfar, kemungkinan kala itu uang tersebut dipinjam langsung oleh Keresidenan Palembang untuk keperluan pemerintah.

"Ya mungkin waktu itu kan masih musim penjajahan, bisa jadi akibat keuangan yang menipis. Maka presiden Sukarno memerintahkan kepada keresidenan Palembang untuk sementara waktu meminjam uang ke rakyat Sumatera Selatan.

Dan salah satunya kakek saya, H. Jakfar yang kala itu saudagar dari marga Bengkulah ikut meminjamkan uangnya sebesar Rp1500," ujarnya memperkirakan kejadian sejarah utang tersebut.

Sedangkan diakuinya penemuan surat tersebut tidak disengaja, setelah berpuluh - puluh tahun tersimpan rapi dalam guci di loteng rumahnya

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved