Breaking News:

HUT ke 75 RI

Wali Kota Palembang Imbau Tidak Gelar Lomba 17 Agustus yang Mengundang Keramaian

Pemerintah kota sangat mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan peringatan HUT Kemerdekaan RI dengan euforia yang dapat menimbulkan kerumunan

Humas Pemkot Palembang
Walikota Palembang, Harnojoyo saat berbincang dengan warga korban kebakaran di Tangga Buntung 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pelaksanaan upacara peringatan HUT ke 75 Republik Indonesia tahun ini dipastikan tidak bisa dihadiri oleh banyak orang.

Pemerintah Kota Palembang hanya menyiapkan undangan khusus bagi peserta upacara yang akan berlangsung di Halaman rumah dinas Walikota Palembang.

Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, bukan hanya peserta upacara saja tetapi petugas pengibar bendera tak sebanyak tahun lalu.

Meski demikian, semua masyarakat/instansi, perkantoran dapat mengikuti pelaksanaan upacara secara virtual

"Kita laksanakan di Tasik (rumah dinas), seluruh OPD, instansi, perkantoran bisa mengikutinya secara virtual untuk menghindari kerumunan," ujarnya, Jumat (14/8/2020).

Harnojoyo mengatakan, pelaksanaan di upacara di rumah dinas bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) akan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan.

"Peserta upacara terbatas, tapi tetap protokol kesehatan," katanya.

Pemerintah kota sangat mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan peringatan HUT Kemerdekaan RI dengan euforia yang dapat menimbulkan kerumunan atau keramaian.

Hal ini memang sangat tidak biasa, tanpa lomba-lomba dan euforia lainnya.

Untuk menghindari penyebaran Covid maka masyarakat harus patuh.

"Masyarakat diimbau untuk tidak menggelar kegiatan atau semacamnya. Yang paling penting kesehatannya dijaga dan pada hari itu kita harus mengenang jasa-jasa para pahlawan kita," katanya.

Perayaan 17an tanpa perlombaan dan euforia lainnya sangat tidak biasa bagi masyarakat.

Salah satunya Ahmad, warga Sako mengatakan, biasanya setiap tahun di komplek tempat tinggalnya selalu ada kegiatan lomba.

Seperti karaoke, lomba tarik tambang, panjat pinang dan juga lomba-lomba untuk anak-anak.

"Tahun ini tidak ada lomba, biasanya paling seru itu ada lomba-lomba. Tapi kalau tidak boleh demi kesehatan bersama, kami ikuti arahan pemerintah," tutupnya.

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved