Berita Kriminal
Pasutri Lanjut Usia Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Bunuh Istri Kemudian Suami Gantung Diri
W (50) dan istrinya J (40), pasutri warga Kecamatan Karanggeneng nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
"Dia itu masih sudara ipar saya," kata Nyamin kepada penyidik.
Saat siang hari, Nyamin meninggalkan keduanya pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Ashar.
Usai salat Nyamin baru beranjak pulang ke rumah sekitar pukul 16.45 WIB
Begitu masuk rumah, ia terkejut ketika mendapati W sudah tergantung di pagar tangga rumah.
Lehernya diikat dengan kain putih yang dikaitkan dengan pagar tangga.
Korban hanya mengenakan celana dalam.
Nyamin keluar rumah lalu minta bantuan tetanggannya karena adiknya, Warno gantung diri di rumahnya.
Sejumlah tetangga bergerak ke rumah Nyamin.
Selain mendapati korban W tergantung, istri W, J juga ditemukan tewas tergeletak di kamar.
Kejadian bunuh diri pasutri ini, petang tadi juga sudah di identifikasi oleh Tim Inafis Polres Lamongan didampingi anggota Polsek Karanggeneng untuk melakukan olah TKP.
Apa yang melatar belakangi pasutri ini putus asa hingga bunuh diri masih dalam penyelidikan polisi.
Jika dilihat dari olah TKP, kemungkinan istri tewas lebih dulu kemudian W menyusul gantung diri.
Kasubag Polres Lamongan, AKP Djoko Bisono dikonfirmasi Surya.co.id malam ini belum mendapat laporan kasus bunuh diri di Karanggeneng.
Kapolres Lamongan, AKBP Harun, dari hasil olah TKP sementara menunjukkan kemungkinan istrinya itu dibunuh oleh suaminya lebih dulu, baru kemudian suaminya menyusul bunuh diri.
"Itu baru hasil penyelidikan sementara," katanya.