Berita Palembang

Alasan Minta Pijat, Pelajar di Palembang Diperkosa Kakek Tiri di Kamar hingga Diancam Dibunuh

Lanjut JW kepada petugas mengungkapkan, setibanya KM di kamar pelaku yang tak lain adalah kakek tirinya, korban kaget saat melihat pelaku tidak memaka

scmp.com
Ilustrasi perkosaan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - JW (35), warga Jalan Dusun Nipa Kuning, Tukak Sundai, Bangka Selatan melaporkan ayah tirinya sendiri karena telah melakukan pemerkosaan terhadap anak kandungnya KM yang masih dibawah umur.

Kejadian tersebut bermula saat korban KM sedang tidur di kamarnya.

"Menurut pengakuan anak saya, saat itu ia sedang tidur di kamarnya, tiba-tiba pelaku AP datang ke kamar anak saya dan meminta anak saya memijitnya di kamar pelaku," ujarnya, Rabu (3/6/2020) kepada petugas piket SPKT Polrestabes Palembang.

Sopir Truk asal Bekasi Dibuntuti Bandit di Jalinsum OKU, Barang Dirampas, Kepala Dipukul Pakai Senpi

Tembus 1.000 Kasus Positif Covid-19, Sebaran Corona di Sumsel 3 Juni Pagi, Palembang Tambah Banyak

Lanjut JW kepada petugas mengungkapkan, setibanya KM di kamar pelaku yang tak lain adalah kakek tirinya, korban kaget saat melihat pelaku tidak memakai baju dan hanya menggunakan sarung.

"Saat memijat itu lah anak saya dipaksa pelaku untuk melakukan hubungan intim namun anak saya sempat menolak, kemudian korban mengeluarkan sebilah pisau kecil (badik) sambil mengancam anak saya kalau tidak mau akan dibunuh," kata dia.

Akhirnya korban pasrah dan pelaku melampiaskan nafsunya kepada korban di rumahnya, di Kecamatan Ilir Timur II, kota Palembang.

Lebih lanjut JW menegaskan kalau anaknya masih berstatus pelajar dan dibawah umur.

Tak Lagi Gandus, IB II Terendah Kasus Positif Covid-19, Update Corona di Palembang 3 Juni Pagi

Rencana Revisi Perwali PSBB Palembang Tahap Kedua, Dunia Usaha Boleh Buka 7 Jam, Sebelumnya 5 Jam

"Anak saya masih dibawah umur pak, saya takut nanti masa depannya rusak. Semoga pelaku bisa bertanggungjawab dan dihukum seberat-beratnya," tutupnya kepada petugas piket.

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan laporan UU Perlindungan Anak.

Laporan sudah kita terima, selanjutnya laporan korban akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang," tutupnya.

Penulis: Pahmi Ramadan
Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved