PSBB Palembang

Pemkot Palembang Perpanjang PSBB, Ini Perubahan Aturan di Tahap Kedua

Pemkot Palembang saat ini masih harus melakukan pengajuan secara tertulis kepada Gubernur Sumsel kemudian untuk diajukan ke Kementerian Kesehatan

Editor: Wawan Perdana
ISTIMEWA
Walikota Palembang, Harnojoyo menegaskan, pemberlakuan PSBB tahap pertama berakhir pada hari ini, Selasa (2/6/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Palembang dilanjutkan ke tahap kedua. 

Namun, Pemkot Palembang masih harus mengkoordinasikan kelanjutan PSBB tahap dua ke Gubernur Sumsel dan Kementerian Kesehatan.

"Namun, semua aturan dilapangan masih sama seperti saat PSBB tahap pertama, Check Point pun masih akan disiagakan," jelasnya.

Walikota Palembang, Harnojoyo menegaskan, pemberlakuan PSBB tahap pertama berakhir pada hari ini, Selasa (2/6/2020).

Dan akan berlanjut selama 14 hari kedepan sesuai masa inkubasi minimal.

Siswa di Bengkulu Dibebaskan Iuran Selama Pandemi Corona, Sekolah Swasta Potongan 50 Persen

Meski tak menyebutkan rinci, Harno menegaskan bila PSBB tahap dua terdapat perubahan beberapa poin aturan dalam Perwali Nomor 14 tahun 2020 yang telah diterbitkan pada PSBB tahap pertama.

"Apa yang harus diperbaiki dalam Perwali, semua terkait bagaimana untuk memaksimalkan upaya pencegahan Covid-19 di Kota Palembang."

"Kalau selama ini kita berikan sosialisasi pada masyarakat terutama pada 13 titik check poin, tapi kedepannya juga akan ada personil yang ditempatkan pada pusat-pusat keramaian," jelasnya.

Wako : Puncak Penyebaran Corona di Palembang Diprediksi 8 Juni, IDI Sarankan PSBB Diperpanjang

Menurut hasil evaluasi tim gugus tugas dan juga berdasarkan ilmu kajian dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNSRI terjadi penurunan kurva penyebaran selama pelaksanaan PSBB tahap pertama.

Sehingga, Pemkot Palembang menyatakan upaya penekanan kasus Covid-19 Selama PSBB kemarin berhasil.

Indikatornya, dari angka insenden penyakit sebelumnya, jumlah penduduk, angka transmisi 2,5 persen dan angka contact rate.

"Kajian terkait puncak tersebut dilakukan sejak awal April, sehingga kami memprediksi puncak penyebaran covid-19 ini akan terjadi di tanggal 8 Juni 2020," jelasnya.

Oknum Kadus dan Anggota BPD di Musi Rawas Ditangkap, Diduga Potong BLT Dana Desa Rp200 Ribu per KK

Lanjutnya Harno, berdasarkan pertimbangan dari hasil paparan perilaku masyarakat selama PSBB dinyatakan sebanyak 30 persen masyarakat berada di rumah, 16 persen ada kegiatan kantornya, 15 penduduk pelayanan kesehatan, dan 5 persen masyarakat yang berada di pasar

"Pada 20 Mei angka reproduksi efektif (RT) 1,29 sementara di 31 Mei terjadi penurunan penyebaran 0,92. Untuk puncak kasus corona prediksi tanggal 8 Juni," tegasnya.(SP/ Rahmaliyah)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved