Ritual Buang Air Besar Dulu Sebelum Mencuri, Bandit Paling Dicari di Kota Lubuklinggau Ditangkap
Polisi menembak kaki keduanya dengan timah panas sebanyak sembilan lubang, setelah keduanya melakukan perlawanan dan mencoba kabur.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Weni Wahyuny
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Lubuklinggau.
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Dua otak pencurian sepeda motor (curanmor) motor dan mobil pikap di Kota Lubuklinggau akhirnya ditangkap Tim Macan Polres Lubuklinggau setelah keluar dari persembunyiannya, Rabu (27/5/2020) kemarin.
Diketahui keduanya Pangki Suwito (38 tahun), warga Jl Batu Nisan RT 02, Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan adiknya Romadoni (25 tahun), warga Jl Poros RT 09, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Keduanya ditangkap di Jl Kelurahan Taba Lestari, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.
Polisi menembak kaki keduanya dengan timah panas sebanyak sembilan lubang, setelah keduanya melakukan perlawanan dan mencoba kabur.

• Baru 15 Menit Silaturahmi di Rumah Teman, Motor Elvan Hilang di 15 Ulu: Saya Lupa Tarik Kunci Kontak
Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa didampingi Kasatreskrim Alex Andriyan mengatakan jika kedua pelaku merupakan bandit paling dicari di Kota Lubuklinggau karena sudah terlibat ratusan TKP.
"Yang mereka ingat ada 48 TKP namun berdasarkan catatan kepolisian mereka sudah melakukan kejahatan sebanyak 124 TKP," kata Mustofa pada wartawan, Kamis (28/8/2020).
• Perempuan di Lubuklinggau Saksikan Motornya Dibakar dan Mobil Dirusak oleh Kakak Kandung
• Baru Saja Diparkirkan di Depan Rumah, Motor Rano Hilang Dibawa Maling, Pencurinya Sudah Spesialis
Dalam menjalankan aksinya mereka berdua dibantu tujuh rekan lainnya.
Empat diantaranya Kusuma alias Keng (35 tahun), Gunawan (35 tahun), Dika (24 tahun) dan Budi sudah ditangkap lebih dahulu beberapa waktu lalu.
"Sementara tiga teman lainnya yakni lainnya yakni Him, Wir dan Kamal masih buron, saat ini masih dalam kejarann anggota di lapangan," ungkapnya.
Ia menjelaskan komplotan curanmor ini sudah beraksi sejak tahun 2014.
Saat beraksi, mereka kerap buang air besar (BAB).
Ritual ini mereka yakini bisa memuluskan aksinya.
Komplotan ini juga membawa senjata api rakitan dan memakai semacam jimat.
• Bayi Usia 6 Bulan di Lubuklinggau Positif Corona, Total Saat Ini Ada 72 Kasus
"Jadi salah satu syaratnya dengan buang air besar di rumah korban. Ada di ruang tamu, kamar atau teras rumah, kurang lebih delapan TKP mereka BAB di rumah korbannya," ungkapnya.
Namun, apabila ketahuan komplotan Pangki ini tak segan-segan melepaskan tembakan apabila kepergok warga sekitar.
Dalam laporan yang diterima berdasarkan keterangan yang mereka ingat saja sudah 48 TKP.
"Dulu ada warga belakang Polres ini juga kena todong, karena ketahuan perutnya ditembak, pelakunya ya mereka ini," ungkapnya. (Joy).