Corona di OKI

Update Kasus Corona di OKI Kini Capai 59 Orang, Mesuji dan Lempuing Penyumbang Kasus Terbanyak

Hingga Selasa (26/5/2020) sudah terkonfirmasi 59 pasien positif dimana lebih dari setengahnya atau sebanyak 35 orang berstatus transmisi lokal.

Penulis: Winando Davinchi |
Sumber: NIAID-RML vis Bloomberg
Bentuk virus Corona di mikroskop 

TRIBUNSUMSEL, KAYUAGUNG - Penambahan kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sangat signifikan.

Hingga Selasa (26/5/2020) sudah terkonfirmasi 59 pasien positif dimana lebih dari setengahnya atau sebanyak 35 orang berstatus transmisi lokal.

Mendapati banyaknya kasus transmisi lokal membuat kewaspadaan masyarakat dalam upaya pencegahan harus ditingkatkan.

"Jangan menganggap enteng penyebaran wabah Covid-19 dan selalu waspada, karena penyakit ini ada disekitar kita,"

"Saat ini sudah ada Kecamatan Mesuji dan Lempuing yang menjadi wilayah terbanyak warga terpapar Covid-19, melalui transmisi lokal" ucap Alexander Bustomi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI.

Disampaikan Alex, di saat seperti ini seharusnya kesadaran masyarakat harus lebih ditingkatkan dan selalu mengedepankan anjuran pemerintah.

"Masyarakat diminta patuh dan disiplin terhadap upaya - upaya pencegahan sesuai anjuran pemerintah, untuk selalu menjaga jarak komunikasi, menghindari tempat kerumunan, dan jika tidak ada kepentingan mendesak harus tetap berada di rumah,"

"Kemudian melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rajin mencuci tangan dengan sabun. Karena itulah langkah - langkah yang perlu dilakukan oleh masyarakat dalam rangka mencegah agar tidak tertular," ungkap Alex.

Tentunya diketahui bahwasannya, hingga saat ini belum ada vaksin dan obat, jadi cara paling efektif yaitu tindak pencegahan supaya tidak tertular.

"Khusus untuk anak - anak muda yang masih sering nongkrong, dan berkumpul agar dihilangkan terlebih dahulu,"

"Kemudian juga buat orangtua berpergian ke pasar dalam jangka waktu yang lama, disiasati cukup membeli kebutuhan pokok yang penting kemudian langsung pulang. Intinya dikurangi kegiatan di luar rumahnya," jelasnya.

Sedangkan dari segi komunikasi pemberitaan, dihimbau kepada masyarakat untuk jangan mudah percaya dengan berita yang belum diketahui kebenarannya.

"Saran kami perhatikan sumber dari berita tersebut apakah dapat dipertanggung jawabkan, rujukan informasi resmi ada di www.kaboki.co.id atau hotline service 119,"

"Ditingkat Desa dan Kecamatan juga sudah dibentuk gugus tugas. Jadi klarifikasi terlebih dahulu sebelum kita meneruskan dan menyebarluaskan informasi tersebut, karena dapat membuat panik dan meresahkan masyarakat luas," tegasnya.

Perlu diketahui di saat semakin meningkatnya angka penambahan jumlah pasien jangan terpancing kepanikan yang berlebihan sebab dapat menurunkan daya tahan tubuh.

"Kita semua sadar bahwa mau atau tidak keadaan ini harus dilalui, tingkatkan selalu kewaspadaan dimanapun kalian berada," tutupnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved