PSBB Palembang

Hoax Kabar Pembatasan Aktivitas Sampai Pukul 14.00, Kadishub : Video itu Bukan di Palembang

Kepala Dinas Perhubungan Palembang Agus Rizal, Senin (25/5/2020) menegaskan, kabar pembatasan aktivitas warga Palembang sampai pukul 14.00 adalah hoax

Penulis: Pahmi Ramadan | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM/ Pahmi Ramadhan
Check point pelaksanaan PSBB Palembang, Senin (25/5/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Sejumlah warga Palembang mendapat kiriman video tentang pembatasan aktivitas pada pukul 14.00.

Video itu ternyata bukan di Palembang.

Kepala Dinas Perhubungan Palembang Agus Rizal, Senin (25/5/2020) menegaskan, video pembatasan jam kerja dan jam kegiatan sampai pukul 14.00 bukan di Palembang. 

Menurut Agus, hari ini pengamanan dan pemeriksaan chek point kota maupuan perbatasan masih sama dengan sebelumnya.

"Untuk hari ini mas pengamanan dan pemeriksaan masih sama dengan sebelumnya tidak ada perubahan, jadi ada 5 check poin di wilayah perbatasan yang operasionalnya begabung dengan Posko Operasi Ketupat Musi 2020 untuk memantau pergerakan orang dan barang sesuai PM 25 tahun 2020 dan Perwali Plg No. 14 Tahun 2020,"

Di tambah 7 Check Point di dalam kota untuk mensosialisasikan aturan di dalam Perwali No. 14 tentang PSBB terkait Pembatasan Pergerakan Orang dan Barang di dalam Pasal 18 Perwali tersebut yaitu 50 % dari Jumlah penumpang dengan konfigurasi yg telah di atur dan memakai masker.

Dapat Tawaran Harga 5 Kali Lipat, Travel Gelap di Sumsel Nekat Seberangkan Pemudik ke Jawa

Kemudian ia menegaskan bukan hanya didarat petugas juga memantau pergerakan masyarakat yang beraktivitas menggunakan moda transfortasi air selama PSBB ini berlangsung.

"Satu check Point di bawah Ampera fungsinya untuk memantau Moda Transportasi Air yg keluar dan masuk kota Palembang," tegasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan terkait penerapan sanksi mulai besok.

"Hari ini kami masuh merumuskan formula untuk kesamaan tindakan dilapangan," katanya.

Ia berharap agar masyarakat dapat mentaati peraturan yang dibuat.

"Kita harapkan tumbuh kesadaran masyarakat agar mentaati aturan yang dibuat dan mengutamakan protokol kesehatan pada saat menggunakan moda transportasi demi kebaikan kita bersama dan menekan penyebaran virus corono di kota Palembang," tutupnya.

Kasus Terus Naik, Gugus Tugas Sumsel Ingin Tenaga Medis Ogan Ilir yang Dipecat Dipekerjakan Kembali

Sementara itu dari pantauan Tribunsumsel.com terlihat dibeberapa Jalan Protokol kota Palembang diantaranya Jalan Jalan Jendral Sudirman, Jalan Radial, Letkol Iskandar dan Jalan Mayor Salim Batu Bara nampak sepi.

Tidak terlihat banyaknya kendaraan yang melintas karena wabah virus corona dan aktifitas warga untuk bersilahtuhrahmi tidak begitu ramai seperti tahun-tahun sebelumnya.

Hari kedua hari Raya Idul Fitri 1441 H, aktifitas chek point dijaga ketat oleh petugas penanggulangan Covid-19 yang tetap sigap menjaga bis chek point di kota maupun perbatasan, Senin (25/5/2020).

Dari pantauan TribunSumsel.com terlihat dibeberapa titik bis check point diantaranya di Jalan Jendaral Sudirman, di bawah Jembatan Ampera dan perbatasan Palembang-Banyuasin masih terlihat beberapa kendaraan yang melintas dan diperikasa oleh petugas.

"Iya tadi kami dicek suhu tubuh mas, terus petugas juga memastikan apakah kami menggunakan masker dan KTP yang sama, kami juga diberi imbauan untuk tetap menjaga jarak selama diperjalanan," ujar seorang pengendara mobil.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved