Pembunuhan di Prabumulih

Kronologi Pembunuhan di Asna Salon Prabumulih, Sesal Istri Anang Gondrong Bangunkan Suami Dari Tidur

Istri Amin alias Anang Gondrong (45) tak menyangka kalau membangunkan suaminya tidur adalah pertemuan terakhir sebelum suami tewas dibunuh

Penulis: Edison |
Tribunsumsel
TKP Pembunuhan - foto semasa hidup Anang Gondrong 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Istri Amin alias Anang Gondrong (45) tak menyangka kalau membangunkan suaminya tidur adalah pertemuan terakhir sebelum suami tewas dibunuh.

Anang Gondrong warga Jalan Bima Gang Indra RT 017 RW 007 Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih dibunuh oleh tiga pria.

Kematian Anang menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Indri istri korban histeris di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih mengetahui sang suami terbujur kaku divisum petugas medis rumah sakit.

Air mata Indri tak terbendung mengalir deras dan menjerit bersama anak-anak dan keluarganya yang datang ke kamar mayat RSUD Prabumulih.

Dua Bayi Berusia 14 Hari dan Empat Balita Positif Corona di Sumsel Per Hari Ini

Sambil tak kuasa menahan tangis Indri menceritakan sang suami berpamitan pergi sebelum menjadi korban pengeroyokan hingga tewas.

"Siang tadi suami saya itu sedang tidur siang, lalu datang Robert (Junaidi-red) ke rumah nanya dia tapi saya bilang sedang tidur," ujar Indri ketika dibincangi di kamar mayat RSUD Prabumulih dihadapan polisi, Selasa (19/5/2020).

Menurut Indri, saat itu Robert mengaku sedang pusing kepala dan tidak bisa tidur sehingga meminta dibangunkan Anang Gondrong untuk diajak jalan-jalan.

"Katanya pusing kepala saya tak bisa tidur, bangunkan dulu Anang mau saya ajak jalan dulu, begitu katanya," ungkap Indri.

Setelah itu dirinya lalu membangunkan sang suami yang tengah tidur, selanjutnya setelah berganti pakaian dan rapi kedua korban berangkat tanpa menyampaikan mau kemana.

"Mereka berangkat pukul 15.00, tidak tahu mau kemana. Tiba-tiba pukul 16.00 saya dapat kabar suami saya meninggal dunia," katanya sedih.

Kesedihan juga dirasakan keluarga korban lainnya yang merasa kehilangan orang baik dan menjadi tulang punggung keluarga.

"Beliau meninggal bagaimana nasib anak-anaknya, kasian," kata ipar almarhum Anang Gondrong.

Anang Gondrong sendiri meninggalkan lima anak dan sehari-hari Anang diketahui bekerja serabutan.

"Dia bekerja tak tentu, katanya terakhir bekerja sebagai security perusahaan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved