Berita PALI

Harga Karet di PALI Masih Bertahan Rp4 Ribu/Kg, Petani Putar Otak Penuhi Kebutuhan

Harga getah karet saat ini berada di harga terendah yang selama ini terjadi yakni, masih bertahan di bawah harga Rp4 ribu perkilogramnya

Sripo/ Reigan
Petani karet di PALI saat mengumpulkan getah hasil sadapan. Harga getah karet saat ini berada di harga terendah yang selama ini terjadi yakni, masih bertahan di bawah harga Rp4 ribu perkilogramnya. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI-Petani karet di Kabupaten PALI, Sumsel, merasakan kesulitan ekonomi jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Harga getah karet saat ini berada di harga terendah yang selama ini terjadi yakni, masih bertahan di bawah harga Rp4 ribu perkilogramnya.

Wari (46 tahun), warga Desa Persiapan Jerambah Besi, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengatakan, harga getah keret bulanan hanya menembus angka Rp6 ribu dan mingguan diangka Rp4 ribu perkilogram.

Menurut dia, bulan lalu mencapai Rp8 ribu perkilogram, tapi bulan ini hanya Rp6 ribu perkilogram.

"Tentu dengan kondisi seperti ini kami harus putar otak mengatur keuangan keluarga agar cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ungkap Mari, Jumat (15/5/2020).

Sementara, Yadi (47 tahun), salah satu petani Desa Semangus, Kecamatan Talang Ubi yang mengatakan, bahwa harga getah mingguan di desanya hanya Rp3.400 perkilogramnya.

Mengalami kenaikan sedikit dari angka Rp3 ribu perkilogramnya.

"Kami tidak tahu pabrik mau tutup atau tidak. Yang jelas kami harap harga karet ini bisa naik, dan masyarakat yang menjadi petani karet bisa hidup tenang dan sejahtera seperti zaman dahulu," ungkapnya. (SP/ Reigan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved