Corona di Lubuklinggau

Ada Klaster Baru di Lubuklinggau, Walikota Sebut Hasil Swab Ada Penambahan 44 Positif Corona

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanangan (GTPP) Covid-19 Kota Lubuklinggau dalam waktu dekat akan melakukan rapid test massal

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Lubuklinggau 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Tim Gugus Tugas Percepatan Penanangan (GTPP) Covid-19 Kota Lubuklinggau dalam waktu dekat akan melakukan rapid test massal kepada seluruh pedagang dan tukang ojek di seluruh pasar di Lubuklinggau.

Hal itu menyusul tambahan satu pasien positif warga terpapar Covid-19 yang diduga muncul dari klaster baru.

Saat ini jumlah warga yang terpapar Covid-19 di Kota Lubuklinggau sebanyak 36 orang.

Jumlah ini kemungkinan akan terus bertambah, bahkan Ketua Tim GTPP Covid-19, SN Prana Putra Sohe menyampaikan hasil Swab test jumlah warga yang terpapar Covid-19 di Kota Lubuklinggau mencapai 44 orang.

"Minggu ini kita akan melakukan rapid test kepada para pedagang, pedagang kaki lima (PKL) dan tukang ojek," kata Nanan sapaanya pada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Positif Corona di OKU Melonjak Jadi 26 Orang, Diantaranya Dua Sopir Travel Terinfeksi Covid-19

Ia menyebutkan, jumlah pasar di kota ini ada empat pasar yakni Pasar Intruksi Presiden (Inpres), Pasar Bukit Sulap (Satelit), Pasar Moneng Sepati, dan Pasar Simpang Priuk.

"Masing-masing pasar akan dilakukan rapid test, jumlah rapid test dalam satu pasar bisa 100-200 akan dilakukan secara acak. Untuk rapid test reaktif akan dilakukan tindakan swab test. Setelah di swab test nanti baru akan ketahuan apakah terkonfirmasi positif atau tidak," ungkapnya.

Ia pun mengaku, telah menyiapkan langkah antisipasi lonjakan warga yang terjangkit Covid-19 di kota ini.

GTPP Kota Lubuklinggau sudah menyiapkan barak, dua hotel dan bandiklat, kedepannya akan disiapkan sebagai tempat isolasi.

Sekda Ratu Dewa Membantah Anggapan Penerapan PSBB Palembang Terlambat, Ini Penjelasannya

"Sekarang untuk barak masih pengisian Sarpas, jadi persiapan kita ada dua hotel, barak dan Diklat. Tapi untuk satu hotel Dewinda digunakan untuk posko tim medis untuk istirahat," terangnya.

Selanjutnya, untuk pengawasan pasar kedepan sekarang tengah dipersiapkan petugas-petugasnya baik dari Sat Pol PP dan pihak kepolisian. Kemudian akan dilanjutkan dengan pembagian masker tahap selanjutnya.

"Jangan sampai para pedagang hanya memiliki satu masker sehinga bisa berganti-gantian. Kemudian para pedagang juga diberi pelindung wajah, disana juga sekarang sudah dilakukan pembatasan jarak antara satu pedagang dengan pedagang lainnya," terangnya.

Sekarang untuk penataan sudah berjalan, kedepannya dikawasan itu akan diawasi. Bagi pedagang dan pembeli tidak memakai masker dan pelindung wajah akan langsung di tindak tegas.

"Kita tidak perlu sibuk melakukan Perwal-Perwal dan sebagainya, karena ini keselamatan orang, karena bisa mengancam keselamatan orang lain," paparnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved