Breaking News:

Mutilasi Ogan Ilir

Pemutilasi Karoman Divonis Seumur Hidup, Peristiwa Kelam Hari Lebaran Tahun Lalu di Ogan Ilir

Pemutilasi Karoman Divonis Seumur Hidup, Peristiwa Kelam Hari Lebaran Tahun Lalu di Ogan Ilir

AGUNG DWIPAYANA/TRIBUNSUMSEL.COM
Mardiah menunjukkan foto Karoman semasa hidup. 

TRIBUNSUMSEL, KAYUAGUNG - Sidang putusan dengan terdakwa Khairul Saleh alias Alek (37) dibacakan secara video conference.

Kasus pembunuhan dengan mutilasi terhadap korbannya Karoman di Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir (OI), divonis majelis hakim dengan hukuman seumur hidup.

Terdakwa Alek, warga Rt 3 Rt 2 Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten OI, dalam sidang dengan agenda tuntutan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Berly Yasa Gautama SH, menuntut selama 20 tahun penjara.

"Berdasarkan proses persidangan perbuatan terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah serta meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam Pasa 340 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kuhp," kata hakim Resa Oktaria, Kamis (30/4/2020), di Pengadilan Negeri Kayuagung.

Dibacakan hakim, perbuatan terdakwa Kamis (6/6/2019) lalu, di Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten OI.

"Pada waktu itu korban ditemukan telah menjadi mayat dan tenggelam di dasar sungai dengan keadaan tanpa kepala dan kedua tangan serta terdapat banyak luka pada bagian tubuhnya," ujarnya.

Pembunuhan itu dilakukan oleh terdakwa bersama dengan Ibrahim, Ilul dan Bahusin alias Perek yang telah direncanakan dan dimulai sejak tanggal 4 dan 5 Juni 2019.

"Para terdakwa telah menunggu korban untuk dibunuh di lebung timbang. Pada saat itu terdakwa Ibrahim (berkas berbeda) membawa sebilah pisau, Alek bawa sebilah parang dan tombak,"

"Sedangkan Ilul membawa parang setelah menunggu ternyata pada malam itu korban Karoman tidak datang. Lalu pada keesokannya Rabu sekira pukul 22.00 WIB, terdakwa dan temannya sudah berada di lebung timbang dengan menggunakan dua perahu milik terdakwa dan Alek menunggu kedatangan korban," jelasnya.

Lebih lanjut disampaikannya, ketika jam 01.00 Kamis 6 Juni 2019, korban datang mendekat sambil mencari ikan kearah terdakwa dan temannya.

"Setelah dekat Ilul memukulkan satang perahu ke leher kiri korban sehingga membuat korban terjatuh," ungkap hakim.

Selanjutnya, terdakwa langsung membacokan bahu sebelah kiri dan Petek menikam perut korban sebanyak 2 kali. Saat itu korban berteriak minta tolong.

"Lalu terdakwa mengayunkan golok miliknya kebagian tubuh korban, hingga terpisah dari badannya dan korbanpun meninggal dunia," pungkasnya.

Terdakwa yang juga didampingi oleh penasihat hukumnya tersebut merasa keberatan dan akan segera mengajukan banding.

Penulis: Winando Davinchi
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved