Breaking News:

Corona di OKI

Bukan Kabur, Pasien Positif Corona asal OKI Dipindah ke RS Siti Fatimah

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 OKI, Iwan Setiawan, menipis kabar yang menyebutkan pasien itu kabur

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Wawan Perdana
WINANDO
Juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten OKI, Iwan Setiawan (kiri) memberikan penjelasan tentang kasus Corona di OKI. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG-Pasien positif Covid-19 asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Fatimah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 OKI, Iwan Setiawan, menipis kabar yang menyebutkan pasien itu kabur.

Menurutnya, pasien tersebut hanya pindah tempat perawatan.

"Pasien positif itu sebenarnya dirawat di rumah sakit rujukan RS Siti Fatimah bukan di ODP Center di Jakabaring,"

"Jadi berita yang beredar tersebut yang menyatakan melarikan diri tidaklah benar," ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2020).

Diam-diam Menghemat Uang Negara Sekitar Rp 50 Triliun, Rizal Ramli Puji Prabowo di ILC

Dijelaskannya, isu yang beredar sudah diklarifikasi oleh tim gugus tugas Provinsi Sumatera Selatan.

"Kami sudah hubungi pihak provinsi pasien MA masih isolasi di RS Siti Fatimah Palembang,"

"Hanya saja pasien dipindahkan ke ruang isolasi lain yang masih berada di rumah sakit tersebut," ujarnya.

Sementara Camat Sirah Pulau Padang, Agma Yuska juga telah menghubungi langsung pihak keluarga, untuk menanyakan perihal tersebut.

"Pihak keluarga sebelumnya sudah menghubungi langsung pasien atas nama MA itu, dan disampikan ke saya bahwa pasien masih menjalani isolasi di rumah sakit Siti Fatimah Palembang," kata Agma.

Tak Tahu Kondisi Sebenarnya Kim Jong Un, Donald Trump Doakan Pemimpin Korea Utara Baik-baik Saja

Lebih lanjut Agma menjelaskan, agar masyarakat tidak begitu saja percaya dengan informasi yang belum diketahui kebenarannya mengenai Covid-19.

"Jangan mudah percaya dengan isu tentang Covid-19, apalagi sampai menyebarkan berita tidak benar atau hoax, karena dapat membuat geger masyarakat," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved