Corona di Sumsel
Ketua DPRD Sumsel : Pasien Covid-19 Harus Isolasi Dalam Pengawasan Dokter, Bukan di Rumah
Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati berharaa penanganan, pencegahan dan penanggulangan covid- 19 harus mengikuti prosedur
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati berharaa penanganan, pencegahan dan penanggulangan covid- 19 harus mengikuti prosedur.
Mulai dari prosedur masyarakat untuk tetap dirumah dan physical distancing, ataupun setelah dinyatakan positif.
Hal ini menyikapi, adanya informasi dua pasien positif virus Corona yang ternyata masih menjalani perawatan isolasi mandiri di rumahnya.
"Di rumah sakit itu tempat dimana kita mencari kepastian, memang sebenarnya kita ini semua orang dalam pemantauan (ODP), manakalah ODP menginjak jadi pasien dengan pengawasan (PDP) itu yang harus diwaspadai."
"Memang PDP bisa isolasi mandiri dengan cara mandiri mengisolasikan diri, tapi kalau PDP sudah menjurus ke positif ini tidak bisa ditolerir dan seharusnya seperti itu," kata Anita, Minggu (14/2/2020).
Anita yang juga wakil ketua gugus tugas penanganan covid-19 provinsi Sumsel ini, sangat menekankan protokol penanganan yang benar termasuk kenapa dibutuhkan APD (alat pelindung diri), dan kenapa dibutuhkan masker yang spesifik dalam menangani corona.
Semua itu gunanya untuk menangani pasien- pasien yang positif kena corona, agar dokter maupun para medis tidak terkontaminasi oleh corona itu.
"Jadi pertanyaan bagi kami DPRD Sumsel, seandainya yang positif nyatanya dilakukan isolasi mandiri, bagaimana penanganan dan pengawasannya?"
"Sebab setahu saya, kalau sudah positif itu butuh ventilator. Na, kalau pengamanan medis tidak dilakukan, itu akan lebih rentan orang sekitar terpapar juga. Sehingga dalam hal ini, saya selaku ketua DPRD Sumsel, meminta kepada rumah sakit- rumah sakit yang menangani pasien covid-19, untuk betul- betul menaati aturan apa yang harus dilakukan," jelasnya.
Diterangkan Anita, saat ini Pemprov Sumsel sudah menyiapkan ODP Center yang berada di Wisma Atlet Jakabaring, yang diperuntukan untuk isolasi ODP, sebagai bentuk antisipasi jangan sampai yang baru datang dari luar kota yang terpapar agar tidak terkontaminasi dilingkungan yang baru.
"Apalagi kalau ada pasien PDP positif, jelas harus masuk isolasi dalam pengawasan dokter, bukan di rumah," ucapnya.
Ia juga nantinya akan minta konfirmasi hal tersebut ke gugus tugas, agar nantinya masyarakat tidak salah kaprah dalam hal positif corona dan positif hasil rapid tes yang butuh pemeriksaan lanjutan.
Ditambahkan politisi Golkar ini, pastinya kepada masyarakat untuk terus mengikuti anjuran dari pemerintah, dengan menjaga jarak, selalu cuci tangan.
Termasuk kalau keluar rumah harus pakai masker.
"Saya rasa, itulah satu- satunya cara kita menjaga diri sendiri. Kalau kita menjaga diri sendiri, insya allah orang- orang diluar atau sekitar, akan aman seperti kita," pesannya.