Cerita Mahasiswa Sumsel di Yogyakarta Tahan Rindu Jumpa Orangtua, Banyak Warung Tutup

Dia mengatakan Yogyakarta tidak menerapkan lockdown secara keseluruhan hanya karantina beberapa wilayah.

Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi Mahasiswa Sumsel di Yogyakarta 

Dari yang dia amati, sejauh ini ada 2 kebijakan yang efektif dalam memberantas corona yaitu Lockdown atau karantina wilayah, dan tes massal.

"Karena dua kebijakan tersebut dapat diukur kinerjanya, budgetnya, bahkan waktu penyelesaiannya."

"Sementara kebijakan pemerintah dalam hal ini pembatasan sosial berskala besar (PSBB) itu hanya terkesan melegalitas social distancing dan low cost policy bahkan kebijakan gratisan," ujarnya.

Untuk budget dia menyarankan dengan cara pemotongan 50 persen gaji petinggi-petinggi negara seperti presiden dan para menteri, eslon-eslon 1, para anggota DPR, para dirut, manajer puncak, dan dewan komisaris.

"Dana lainnya bisa dialokasikan dari dana pembangunan ibukota baru yang untuk saat ini belum begitu urgent," katanya.

Selain Hasan, mahasiswi Univeritas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Delfina Yanti juga merasa sedikit kesulitan selama wabah Corona ini apalagi Jakarta merupakan tempat terbanyak pasien terjangkit Corona.

"Saya tinggal di sini di Sumur Batu, kalau kuliahnya di Cempaka Putih di UMJ. Di sini agak sepi sih, soalnya jalannya udah pada ditutup juga," kata mahasiswi jurusan Arsitektur ini.

Dia mengaku tak ingin pulang kampung ke Padang karena takut menjadi carier bagi warga di kampungnya.

"Kalau mudik sekarang gak ya, soalnya saya juga mau sidang skripsi nanti 14 April mendatang," katanya.

"Saya juga takut kalau mudik, takut membawa virus ke kampung, kampung saya di Pasaman Barat," ujarnya.

Selama di kosan, Delfina mengaku kalau keluar kosan dua hari sekali buat beli makanan.

"Ya keluar cuma buat beli makan buat persedian gitu, soalnya di kosan aku ga boleh masak selain masak nasi," katanya.

"Dan alhamdulillah di sini warung-warung masih pada buka, kayak minimarket juga masih pada buka," tutupnya.

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved