Antisipasi Virus Corona

Anggota Fraksi PKS di DPRD Sumsel Sumbang Gaji untuk Penanganan Covid-19

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Sumsel, akan menyumbangkan gaji pokoknya untuk membantu penanganan virus Covid-19.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumsel, Mgs Saiful Padli 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPRD Sumsel, akan menyumbangkan gaji pokoknya untuk membantu penanganan virus Covid-19.

Menurut Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumsel, Mgs Saiful Padli, hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, dalam menekan penyebaran virus Covid 19.

"Ini dilakukan secara nasional oleh PKS dalam penanganan covid 19. Kita setiap bulan ada infaq partai, dan DPP mengintruksikan infaq partai itu untuk penangaban covid 19."

"Jadi, ini bagian kepedulian PKS secara nasional untuk bisa berbuat bagi bangsa dan masyarakat," kata Saiful, Minggu (29/3/2020).

Hal kedua diungkapkan Saiful, setiap bulannya, baik ada penanganan covid-19 atau tidak, pihaknya tetap ada infaq wajib se Indonesia bagi kadernya, dengan besaran 30-50 persen gaji pokoknya dipotong setiap bulan.

"Dengan adanya sumbangan gaji anggota fraksi PKS Sumsel ini, sebagai inisiatif kita dalam menambahi apa yang bisa dirambahi."

"Nantinya, bisa digunakan untuk membeli Alat Perlindungi Diri (APD) bagi tenaga medis yang ada, baik RS rujukan pasien Covid-19 atau yang diluar jangkauan selama ini," ujar Wakil ketua Komisi V DPRD Sumsel ini.

Anggota fraksi PKS di DPRD Sumsel ada 6 orang.

Hal senada diungkapkan anggota fraksi PKS di DPRD Palembang Ridwan Saiman.

Anggota fraksinya menyisihkan gaji pokok yang didapat selama ini, untuk membantu pemerintah dalam penanganan virus covid-19.

"Ini juga bentuk pelaksanaan instruksi presiden PKS, kepada pejabat publik atau struktur PKS se Indonesia," jelas Ridwan.

Ditambahkan ketua DPD PKS Palembang ini, donasi dana itu nantinya akan dialokasikan dalam pembelian APD, mengingat saat ini tenaga medis yang ada masih minim menggunakannya.

"Kenapa lebih pada APD pakai Hazmat nanti, karena kita ketahui dari pimpinan IDI pusat ke pemerintah itulah yang sangat membutuhkan, dan hasil konsultasi ke medis, APD itulah yang sangat ditunggu dan kebetulan kita ada link di Jakarta yang akan diantar ke Palembang," ujarnya. 

Dilanjutkan Ridwan, nantinya APD itu 

Sesuai hasil rapat struktural PKS akan disalurkan ke 5 Rumah Sakit di Palembang yaitu RSMH, Siti Fatimah, Muhammadiyah dan RS Islam Siti Khodijah.

"Kita berharap program ini dapat dibantu masyarakat luas, karena yang membutuhkan APD bukan hanya dokter yang menangani pasien PDP Covid-19 saha, tapi ada juga dokter yang menerima pasien yang terpapar virus Covid sebelumnya. Jadi sangat membutuhkan bukan RS rujukan tetapi puskesmas juga membutuhkan APD ini," tukasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved