Tak Lagi Social Distancing, WHO Anjurkan Frasa Physical Distancing Cegah Penyebaran Virus Corona
Namun, bukan berarti memutuskan kontak dengan teman dan keluarga secara sosial, hanya menjaga jarak secara fisik.
Editor:
Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Kursi LRT diberi tanda silang warna merah sebagai tanda agar penumpang menjaga jarak saat duduk. Ini bagian dari upaya realisasi social distancing untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Foto diabadikan saat LRT di Stasiun Jakabaring, Palembang, Jumat (20/3/2020).
Dilansir dari WHO, berikut gejala umum yang dialami orang terinfeksi Covid-19:
- Demam
- Kelelahan
- Batuk kering
- Sesak napas
- Sakit dan nyeri
- Sakit tenggorokan
Sebagian kecil orang juga mengalami diare, mual atau pilek.
Orang yang mengalami gejala ringan dan merasa sehat tetap harus mengisolasi diri dan menghubungi layanan medis atau saluran informasi Covid-19 untuk nasihat tentang pengujian dan rujukan.
Orang yang mengalami demam, batuk atau kesulitan bernapas harus menghubungi dokter dan mencari perawatan medis.
(Tribunnews.com/Yurika Nendri)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judulWHO Ganti Social Distancing Jadi Physical Distancing, Berikut Arti dan Penjelasannya
Berita Terkait