Tak Lagi Social Distancing, WHO Anjurkan Frasa Physical Distancing Cegah Penyebaran Virus Corona

Namun, bukan berarti memutuskan kontak dengan teman dan keluarga secara sosial, hanya menjaga jarak secara fisik.

TRIBUNSUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
Kursi LRT diberi tanda silang warna merah sebagai tanda agar penumpang menjaga jarak saat duduk. Ini bagian dari upaya realisasi social distancing untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). Foto diabadikan saat LRT di Stasiun Jakabaring, Palembang, Jumat (20/3/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan penggunaan frasa 'Social Distancing' diganti menjadi 'Physical Distancing'.

Physical distancing ini sebagai perintah agar masyarakat tetap di rumah dan menjaga jarak fisik dengan orang lain untuk mencegah persebaran virus corona.

Namun, bukan berarti memutuskan kontak dengan teman dan keluarga secara sosial, hanya menjaga jarak secara fisik.

Dalam upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah di seluruh dunia menginstruksikan kepada orang-orang untuk menghindari pertemuan publik.

Sekarang WHO mengatakan lebih baik disebut jarak fisik dan bukan jarak sosial.

Ilustrasi social distancing.
Ilustrasi physical distancing. (pragativadi.com)

“Tapi yang ingin saya tekankan di sini adalah jarak fisik. Mengapa saya mengatakan itu adalah karena beberapa orang yang berada di karantina memerlukan interaksi sosial. Sekarang mudah melalui media sosial. Menurut definisi, interaksi sosial dapat dilakukan menggunakan media sosial. Jadi yang kami maksud di sini adalah jarak fisik, ” kata Dr Rui Paulo de Jesus, Perwakilan WHO di Bhutan.

Mengapa seseorang harus mempertimbangkan menjaga jarak fisik saat berinteraksi dengan orang-orang?

“Penyakit ini akan ditransfer dari satu orang ke orang lain melalui tetesan ketika Anda batuk, tetesan itu mengandung virus. Ilmu pengetahuan adalah bahwa ketika Anda batuk atau bersin tidak akan pergi lebih dari satu meter atau tiga kaki."

"Jadi jarak fisik adalah ketika kita berinteraksi dengan orang-orang, kita perlu menjaga jarak minimal satu meter."

"Hal-hal lain seperti penutupan sekolah, menghindari pertemuan publik, dasar untuk ini sebenarnya adalah ilmu sederhana ini. Itulah sebabnya pemerintah mengambil langkah yang sangat tepat untuk mencegah pertemuan publik, ” tambahnya.

Halaman
123
Editor: Weni Wahyuny
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved