Update Virus Corona

Satu Warga di Prabumulih Diisolasi Berstatus PDP, Riwayat Perjalanan dari Surabaya dan Jakarta

Seorang remaja di kota Prabumulih dilakukan isolasi oleh Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)

TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Seorang remaja di kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) diisolasi oleh Tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih, Selasa (24/03/2020) sore.

Remaja usia 15 tahun yang diperkirakan pelajar diisolasi karena mengalami demam tinggi setelah melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Prabumulih beberapa hari lalu.

"Memang ada remaja laki-laki kita rawat di ruang isolasi karena mengalami demam panas tinggi, batuk dan dia baru pulang dari Surabaya transit Jakarta lalu ke Prabumulih, daerah yang tertular," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Prabumulih sekaligus Plt Direktur RSUD Prabumulih, dr Happy Tedjo ketika dikonfirmasi.

Tedjo menuturkan, remaja tersebut mengalami demam tinggi setelah dua hari tiba di Prabumulih

Lantaran mengetahui kronologis perjalanan dan melewati daerah-daerah zona merah maka pihaknya melakukan penanganan lebih lanjut.

"Karena riwayat perjalanannya dan demam tinggi maka pasien ini masuk dalam status PDP (Pasien Dalam Pengawasan) kita"

"Selanjutnya kita akan lihat perkembangan kesehatannya, jika biasa-biasa maka tetap dirawat disini atau bisa dirumah namun tetap kita awasi, tapi jika kondisinya makin parah maka akan kita rujuk ke Palembang," tegasnya.

Ditanya apakah pasien datang ke Prabumulih sendiri atau bersama temannya, Tedjo mengaku pengakuan pasien sendiri dan pihaknya akan memerintahkan Surveilans dari puskesmas untuk melakukan pemantauan.

"Biasanya surveilans akan turun menyisir, harapan kita dia sembuh dan bisa kita pulangkan untuk isolasi di rumah," katanya.

Lebih lanjut Kadinkes mengimbau seluruh masyarakat agar memberitahu anak mereka yang sekolah di luar daerah untuk tidak pulang karena imbauan pemerintah untuk belajar atau bekerja di rumah.

"Jadi bukan libur sekolah atau libur bekerja tapi sekolah di rumah dan bekerja di rumah, jangan malah melakukan perjalanan atau mudik, karena daerah dilalui bisa saja daerah tertular atau zona merah," tegasnya.

Pria yang juga Plt Direktur RSUD Prabumulih itu juga meminta seluruh RT, RW dan masyarakat agar mendata serta melaporkan jika ada warga baru pulang atau masuk kota Prabumulih.

"Pak Walikota telah memerintahkan seluruh RT, RW agar mendata jika ada warga baru datang atau baru masuk Prabumulih karena akan dipantau riwayat perjalanannya," katanya.(eds)

Penulis: Edison
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved