Macet Musi 2
Kronologi Rusaknya Jembatan Musi 2 Sampai Harus Ditutup, Baut Lepas
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), Kiagus Syaiful Anwar menyampaikan kronologi kerusakan jembatan Musi II.
Penulis: Yohanes Tri Nugroho | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN), Kiagus Syaiful Anwar menyampaikan kronologi kerusakan jembatan Musi II.
"Ini merupakan jembatan Musi II yang dibuat tahun 1990, dengan sistem jembatan dan rangka menggunakan plat. Kita ada dana rutin untuk melakukan perawatan dan pengawasan secara periodik,"
"Ternyata tadi pagi saat kita melakukan pengecekan, kondisi jembatan kita temukan ada stringer itu bautnya lepas, ada tiga stringer sampai empat yang bautnya lepas," katanya.
Ia menyampaikan untuk memperbaiki stringer itu dari gelagar melintang ke gelagar melintang lantai harus dibuka. Panjang gelagar sekitar 5 meter panjangnya, kemudian baaru diperbaiki.
Kiagus menyebut lepasnya sejumlah baut itu bukan karena ada aksi pencurian tapi lebih karena usia jembatan yang cukup tua. Kondisi ini sudah langsung dilaporkan di pusat dan langsung akan dilakukan proses perbaikan.
"Kita berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk penutupan sementara jembatan, termasuk pengalihan lalu lintas ke jembatan kedua yang telah berlangsung sejak siang tadi," katanya
Pihaknya juga akan segera memasang banner penutupan jembatan di sejumlah titik, mulai dari kawasan keramasan, simpang tanjung api api. Untuk kendaraan pribadi diharapkan untuk melalui jalur kota.
"Kita imbau pengguna kendaraan pribadi dapat mengalihkan perjalanan ke jalur kota untuk mengurai kepadatan, sementara jembatan kedua dapat digunakan kendaraan barang. Langkah penutupan ini dilakukan secara mendadak, karena kami tidak ingin kerusakan ini berakibat pada hal hal yang tidak diinginkan bersama," katanya.
Perbaikan jembatan Musi II diprediksi akan berlangsung sekitar 14 hari kedepan. Pihaknya akan menurunkan pekerja sebanyak tiga shift untuk mempercepat proses perbaikan.
"Kita ini segmental, kita perbaiki gelagar, mudah-mudahan tidak sampai 14 hari akan bisa kembali digunakan untuk lalu lintas kendaraan," katanya.