Musda Golkar Sumsel

Inilah 11 DPD II Golkar yang Pilih Dua-duanya, Pilih Dodi dan Juga Andie

Musyawarah Daerah (Musda) ke X partai Golkar Sumsel telah memilih ketua DPD I Golkar Sumsel periode 2020-2025, Dodi Reza Alex.

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Prawira Maulana
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Musyawarah daerah (Musda) X Golkar Sumsel berlangsung di Hotel Santika Premiere, Palembang, Kamis (5/3/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Musyawarah Daerah (Musda) ke X partai Golkar Sumsel telah memilih ketua DPD I Golkar Sumsel periode 2020-2025, Dodi Reza Alex.

Namun, banyak pertanyaan kenapa ada banyak dukungan ganda dan tidak terselesaikan.

Dimana, laporan yang didapat di lapangan dukungan ganda suara DPD II Tingkat Kabupaten/ kota itu berjumlah 11 dukungan, sehingga pimpinan sidang menganulir suara yang ada atau hangus.

Sedangkan dukungan yang dianggap sah, sebanyak 10 dukungan, dengan rincian 8 dukungan bagi Dodi Reza Alex dan 2 dukungan bagi Andie Dinialdie.

Ke 11 DPD II itu, OKUS, OKUT, Palembang, Muratara, Pali, OKU, Lahat, Empat Lawang, Lubuk linggau, Musi Rawas, dan Banyuasin.

Menyikapi hal tersebut, beberapa ketua DPD II Golkar tingkat Kabupaten, enggan memberikan komentar, kenapa dukungan kepengerusannya bisa ganda sehingga tidak sah.

"Kita tidak tahu, nanti saja," kata salah satu ketua DPD II Golkar tingkat Kabupaten di Sumsel, Jumat (6/3/2020).

Ia mengaku belum mau berkomentar, karena kondisi saat ini pasca Musda Golkar belum menyejukkan.

"Nantilah, masih panas kondisinya saat ini," terangnya.

Hal senada diungkapkan ketua DPD II Golkar Kabupaten lainnya, meski jelas- jelas dukungan kepengurusannya ganda saat sidang Musda Golkar, namun ia belum mengetahuinya.

"Nanti akan kita sampaikan sebenarnya," ucap pria yang telah menjabat dua periode ketua tingkat Kabupaten ini.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Nurdin Khalid menegaskan, rangkaian Musda X DPD I Golkar Sumsel ini sudah berdasarkan juklak dan aturan yang selama ini dipatuhi oleh Partai Golkar.

"Kalau soal berbeda pandangan itu hal biasa, yang paling penting Musda ini sudah berakhir dan sesuai aturan," cetusnya.

Nurdin menghimbau, agar kiranya pihak DPD I Golkar Sumsel nantinya membawa persoalan pihak yang WO ke Majelis Etik DPP Partai Golkar.

"Karena tindakan tersebut melanggar etik, tentu harus ditindak dan diberikan sanksi," tegasnya.

Breaking News: Tak Akui Hasil Musda Golkar Sumsel, Kubu Andie Nyatakan Mosi Tak Percaya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved