Breaking News:

Berita Muratara

Cari Sinyal Terkadang Harus Naik Pohon, Cerita Warga Muratara Sulit Dapatkan Layanan Internet

Warga yang tinggal di pelosok Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tidak bisa menikmati internet lantaran tak ada jaringan

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Rahmat Aizullah
Warga pelosok di Kabupaten Muratara mencari sinyal telepon terkadang harus naik ke atas pohon. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Warga yang tinggal di pelosok Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tidak bisa menikmati internet lantaran tak ada jaringan.

Warga hanya bisa menggunakan telepon biasa untuk berkomunikasi jarak jauh, sehingga tak jarang warga ketinggalan informasi.

Warga mengharapkan adanya jaringan untuk mengakses internet di desa mereka, agar bisa mengetahui informasi dari luar desa.

Tidak adanya jaringan internet tersebut salah satunya dirasakan oleh warga di Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas.

"Di sini belum ada internet, kalau telepon biasa bisa, itu pun kadang susah sinyalnya, harus naik pohon dulu," kata Adi, warga Desa Kuto Tanjung, Minggu (1/3/2020).

Pria Berpenutup Wajah Tiba-tiba Mendekat dan Menembak, Deni Bingung Selama Ini Tidak Ada Musuh

Warga lainnya di Kelurahan Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Rojes mengaku di daerahnya hanya beberapa tempat terdapat jaringan internet.

Warga bisa menikmati WiFi gratis bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

"Dulu belum ada sinyal internet di sini, hanya telepon biasa, sekarang sudah ada internet, WiFi gratis, tapi di tempat-tempat tertentu saja," katanya.

Di Kelurahan Muara Kulam sendiri kata Rojes, layanan akses internet gratis terdapat di tiga tempat, yakni di pusat kelurahan, Puskesmas dan SMP.

Kiper Asal Sumsel Tak Gentar Bersaing Rebut Posisi di Skuat Utama Sriwijaya FC

"Kalau jaringannya kadang bagus, kadang lemot, wajarlah, karena banyak penggunanya, kami bersyukur sudah bisa internet," ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Muratara, Alha Warizmi menyatakan, ada 45 titik bantuan WiFi gratis dari pemerintah pusat tahun 2019.

"Tahun kemarin (2019) kita mendapat 45 titik, bukan 45 desa kelurahan, karena satu desa atau kelurahan itu ada beberapa titik," katanya.

Tahun 2020 ini, pihaknya kembali mengusulkan kepada pemerintah pusat melalui Kemenkominfo sebanyak 160 titik.

"Tahun ini kita usulkan lebih banyak lagi, tahun kemarin saja kita usul 100 titik dapatnya 45. Tahun ini kita usul 160 titik, mudah-mudahan terealisasi semua," harapnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved