Siswa SD Nyaris Diculik

Dengar Kabar Siswa SD Nyaris Diculik, Andini Rela Tinggalkan Masak Demi Antar dan Jemput Anak

Sejumlah wali siswa nampak begitu waspada pasca heboh kasus percobaan penculikan yang dialami siswa SD Negeri 244 Palembang

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Sri Hidayatun
Sejumlah wali siswa nampak begitu waspada pasca heboh kasus percobaan penculikan yang dialami siswa SD Negeri 244 Palembang, Jumat (7/2/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Sejumlah wali siswa nampak begitu waspada pasca heboh kasus percobaan penculikan yang dialami siswa SD Negeri 244 Palembang.

Dari pantauan Tribunsumsel.com di lapangan, terlihat di luar gerbang sekolah para walisiswa telah stand by menunggu untuk menjemput anaknya pulang.

Terlihat sejumlah kendaraan bermotor pun ramai memadati lingkungan sekolah yang kini juga dijaga ketat oleh pihak sekolah.

Fatir, seorang wali siswa mengaku, semenjak mendapatkan kabar kasus percobaan penculikan dirinya saat ini lebih waspada.

Ia mengaku setiap pagi dan saat pulang sekolah selalu mengantar kedua anaknya yang sekolah di SD tersebut.

Dani 2 Minggu Belajar Curi Motor dengan Pimpinan Komplotan, Jual Hasil Curian Melalui Facebook

"Kalau pagi saya yang antar jam setengah 7. Saya pastikan dia sudah masuk baru saya pulang ," ujarnya, Jumat (7/2/2020).

Ketika jam pulang sekolah, ia pun juga tak telat untuk menjemput ke sekolah.

Bahkan sebelum 15 sampai 10 menit dirinya sudah stand by di sekolah.

"Anak saya ini dua yang sekolah di sini yakni kelas 2 dan kelas 3, jadi pulangnya pun kan berbeda-beda. Yang satu pulang jam 11 dam satunya pulang jam 1," tegas dia.

Ia mengaku saat ini lebih waspada walaupun jarak rumah dan sekolahnya memang tidak terlalu jauh.

Hal yang sama juga diungkapkan Andini.

Kronologi Siswa SD Negeri 244 Palembang Nyaris Diculik Orang Misterius, Kepsek : Minta Ortu Jemput!

Walisiswa ini juga mengaku lebih mengutamakan menjemput anaknya terlebih dahulu.

"Sekarang saya stand by bahkan setengah jam sebelum anak saya pulang mba. Biasanya kalau saya jemput anak sudah bubar tapi tetap ketemu," jelasnya.

Karena adanya kasus ini, ia pun sekarang lebih hati-hati dan menjemput sendiri anaknya pulang.

"Apalagi kami sudah dapat imbauan dari sekolah jadi benar-benar dijemput tepat waktu. Bahkan kalau lagi masak saya tinggalkan dulu," ungkap dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved