Pembunuhan Sadis di Lubuklinggau

Tantang Pria Diduga Selingkuhan Istrinya, Ari Warga Lubuklinggau Tewas Ditusuk Berkali-kali

Tewasnya Ari Gunting sempat membuat heboh warga Jalan Depati Said, Kelurahan Tanjung Indah, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Rabu (11/12/2019)

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Wawan Perdana
Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi warga Lubuklinggau tewas ditusuk 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Tewasnya Ari Gunting sempat membuat heboh warga Jalan Depati Said, Kelurahan Tanjung Indah, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Rabu (11/12/2019).

Laki-laki 50 tahun itu ditemukan tewas di Jalan Poros dekat kebun miliknya di Kelurahan Watas Lubuk Durian, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Kasus pembunuhan ini akhirnya terungkap, dua tersangka yang sempat buron akhirnya ditangkap Tim Macan Polres Lubuklinggau, Minggu (3/2/2020).

Kedua tersangka yakni Cristian Adi Candra alias Can (38 tahun), tetangga korban.

Satu lagi Defrian Dwi Saryanto (21 tahun), anak tiri Ari Gunting.

Habisi Nyawa Pengusaha Terkenal di Pemulutan, Otong Membunuh Pakai Pisau yang Dibawa Korban

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono didampingi Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan mengatakan, keduanya ditangkap saat sedang berada di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

"Keterangan pelaku mereka melakukan penusukan karena pelaku Can dituding oleh korban Ari berselingkuh dengan istrinya."

"Korban cemburu tanpa sebab marah-marah dengan pelaku Can," kata Dwi pada wartawan, Senin (3/2/2020).

Setelah kejadian itu korban pergi dari kebun yang dijaga pelaku Can di Belakang Perumahan Madani Kelurahan Lubuk Tanjung Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

"Sekitar 15 menit kemudian korban kembali lagi menemui pelaku Can. Dengan membawa senjata tajam jenis parang. Saat itu korban menantang pelaku," paparnya.

Motif Wanita Penghina Walikota Risma, Alasannya Karena Sakit Hati Gubernur Anies Dibully Soal Banjir

Dwi menjelaskan antara korban dan pelaku sempat terjadi keributan.

Keributan tersebut sempat dilerai warga, sementara anak tiri korban langsung berusaha mengambil parang yang dipegang korban.

"Sementara pelaku Defrian merupakan anak tiri korban yang berusaha melerai malah akan dipungkul korban dengan menggunakan kayu."

"Melihat Defrian akan dipukul, pelaku Can langsung mengambil pisau dari dalam pondok," ujarnya.

Melihat Can membawa pisau, Ari berusaha berlari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved