Tabrakan Maut di Muratara
Warga Sempat Lihat Mobil Fuso Tronton Berlampu Sebelah Sesaat Sebelum Tabrakan Maut di Muratara
Kecelakan maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara)
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Prawira Maulana
Tak lama kejadian, datang anggota Satlantas Polres Muratara dan langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit dibantu oleh warga.
"Korban langsung dibawa ke RSUD Rupit, kondisinya sudah meninggal dunia," katanya.
Sudirman menambahkan, di dalam tas yang disandang korban terdapat KTP, SIM, satu unit handphone android dan uang sekitar Rp 300.000.
"Handphone dan uangnya sudah saya berikan ke keluarganya, KTP sama SIM-nya ada di polisi," ujar Sudirman.
Kepala Satlantas Polres Muratara, Muhammad Sadeli membenarkan lakalantas yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor tersebut.
Mendapat informasi dari warga, pihaknya langsung memerintahkan anggotanya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
"Iya benar, korban meninggal di tempat, anggota kami malam tadi langsung ke TKP," kata Sadeli.
Pihaknya kini masih melakukan penyelidikan dan mengejar mobil Fuso Tronton yang bertabrakan dengan sepeda motor korban.
"Iya, korban tewas karena bertabrakan dengan mobil, mobilnya masih kita kejar," kata Kasatlantas.
Ia berharap, pengendara mobil yang bertabrakan dengan sepeda motor korban dapat menyerahkan diri ke polisi.
Kepala Desa Terusan, Irsan membenarkan bahwa Rozak Fitriono, korban lakalantas di Jalinsum tersebut merupakan warga di desanya.
"Iya, dia warga kami, istrinya orang sini (Desa Terusan), dia juga sudah lama tinggal di sini," kata Irsan dihubungi Tribunsumsel.com.
Korban Rozak Fitriono merupakan petani jeruk manis khas Desa Terusan Kabupaten Muratara yang sudah dikenal banyak orang.
Sehari-hari korban berjualan jeruk menggunakan sepeda motor keliling antar desa bahkan kecamatan.
"Dia itu punya kebun jeruk, kerjanya sehari-hari ya jualan jeruk keliling, kalau istrinya jualan jeruk di pinggir jalan di desa kami ini," kata Irsan.