KWH Meter Sering Bermasalah, Muncul Tulisan Periksa, Ini yang Harus Dilakukan

Pelanggan listrik pra bayar kerap mengeluh mengapa kWh meter di rumahnya muncul tulisan periksa saat akan diisi token dan pengisian gagal.

KWH Meter Sering Bermasalah, Muncul Tulisan Periksa, Ini yang Harus Dilakukan
Sripo/ Wawan Septiawan
Ilustrasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pelanggan listrik pra bayar kerap mengeluh mengapa kWh meter di rumahnya muncul tulisan periksa saat akan diisi token dan pengisian gagal.

Manager Humas PLN S2JB, Bakri mengatakan jika pelanggan mengalir hal serupa jangan langsung mengotak-atik kWh meternya. Segera hubungi call center PLN 123 dan petugas secepatnya akan datang ke rumah memeriksa kondisi kwh meter yang dikeluhkan tersebut.

Petugas yang datang akan memeriksa apa kendala yang terjadi pada meteran pelanggan. Jika ada yang rusak akan diganti.

Jika ada kasus kWh tidak mau diisi token terkadang ada kendala usia pemakaian kWh meter itu sudah habis atau kadaluarsa. Jika kasusnya seperti ini maka kWh akan diganti dan tidak dikenakan biaya alias gratis.

"Semua kWh meter itu miliki negara atau milik PLN jadi penggantian atau kerusakan yang ada diperbaiki PLN dan gratis. Kalau ada yang meminta uang laporkan saja akan segera kita tindaklanjuti," ujarnya, Rabu (1/1/2020).

Bakri mengatakan biasanya ada sejumlah sebab kWh meter mengeluarkan tulisan periksa bisa saja karena arus bocor, arus balik pembunuhan dan Gamper.

Penyebab umum kwh meter muncul tulisan periksa yakni karena Arus Bocor. Kebocoran arus listrik disebabkan oleh cara penyambungan atau kondisi kabel yang buruk. Hal ini menyebabkan kabel terkelupas yang mana sangat berbahaya memicu percikan api dan kebakaran atau biasa disebut konsleting.

Maka dari itu, pemeriksaan instalasi sangatlah penting dan pastikan instalasi di runah telah memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) agar tidak ada kelebihan beban pada kabel yang digunakan dan mencegah terjadinya hubungan arus pendek.

"Saat ini kita wajibkan setiap pelanggan wajib memiliki SLO jika bangunan atau rumahnya ingin dialiri listrik itu sudah aturannya tapi kadang masih banyak yang tidak sabar. Belum miliki SLO memaksa listriknya ingin segera disambungkan," ujarnya.

Penyebab lainnya yakni arus balik pembumian
disebabkan oleh cara sistem pembumian instalasi rumah yang buruk atau tidak tepat.

Sistem pembumian ini sangat penting sebagai pengaman apabila terjadi gangguan atau kelebihan arus listrik yang mengalir maka akan langsung dialirkan ke dalam tanah.

Bakri mengatakan tombol tamper yang berfungsi sebagai pengaman meteran dari gangguan luar seperti orang yang akan membuka meteran juga menyebabkan kWh meter memberikan respon peringatan.

Ketika cover dibuka, otomatis tombol temper akan menyala dan terjadilah eror lalu muncul tulisan “periksa”.

Jangan diutak-atik kWh meter sendiri karena itu termasuk pelanggaran dan bisa kena Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL), ada dendanya dan bahkan sampai pidana.

"Besaran denda dan pidananya berbeda untuk setiap kasus atau setiap jenis kWh meter karena dihitung berdasarkan pelanggan golongan listrik. Mulai dari kWh 450 hingga yang paling tinggi. Semakin besar pelanggannya maka semakin besar pula sanksinya.

Penulis: Hartati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved