Harimau di Ogan Ilir

Cerita Mahasiswa Unsri yang Mengaku Dengar Auman Harimau, Rizki Sedang Siram Tanaman

Beberapa hari terakhir beredar kabar seekor harimau muncul di Komplek Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya, Ogan Ilir (OI).

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Prawira Maulana

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Beberapa hari terakhir beredar kabar seekor harimau muncul di Komplek Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya, Ogan Ilir (OI).

Seorang mahasiswa bernama Rizki Ribali (21) mengaku mendengar auman mirip harimau tersebut.

"Saya sempat dengar seperti auman harimau," kata Rizki kepada TribunSumsel.com, Kamis (9/1/2020).

Mahasiswa semester VIII Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Unsri ini mendengar auman diduga harimau tersebut pada Sabtu (4/1/2020) lalu sekira pukul 08.00.

Seperti biasa, Rizki melakukan aktivitas menyiram tanaman di pagi dan sore hari.

Saat sedang berada di kebun komplek kampus, Rizki yang seorang diri mengaku mendengar suara diduga auman harimau tersebut.

"Saya mendengar suara auman tersebut dari arah semak-semak dekat kebun. Setelah itu saya menjauh dari kebun," kata dia.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan telah menerima adanya laporan diduga harimau yang muncul di sekitar kampus Universitas Sriwijaya (UNSRI) Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.

Namun, BKSDA masih meragukan kebenaran dari laporan tersebut.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Genman Suhefti Hasibuan mengatakan, secara ilmiah kecil kemungkinan adanya harimau dikawasan seputar UNSRI Indralaya.

Sebab kantong-kantong harimau dari kawasan tersebut berjarak cukup jauh, yakni lebih dari 50 km.

"Selain itu koridor hutan mengarah yang ke kawasan kantong harimau juga sudah terputus dengan pemukiman dan infrastruktur," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/1/2020).

Lanjutnya, kebun di kawasan UNSRI Indralaya juga di pagar tembok setinggi dua meter dengan panjang puluhan kilometer.

Ia lantas mempertanyakan, apakah logis harimau bisa masuk ke dalam kawasan kebun yang telah memiliki perlindungan seperti itu.

"Juga katanya masih banyak terdapat babi di sana. Padahal hewan tersebut merupakan makanan harimau. Lagian, biasanya kalo ada harimau, pasti babi juga akan kabur tunggang langgang. Tidak akan ada di kawasan itu," ucapnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved