Berita Lahat
Rumah dan Sawah Warga Desa Arahan Lahat Terendam Lumpur, Diduga Limbah Perusahaan Batubara
Sawah dan rumah warga di Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur, Lahat direndam lumpur, Selasa (17/12/2019) malam.
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Sawah dan rumah warga di Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur, Lahat direndam lumpur, Selasa (17/12/2019) malam.
Lumpur datang berbarengan dengan hujan yang mengguyur wilayah Merapi Timur, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat.
Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan setidak ada 10 rumah dan satu sawah milik warga terendam lumpur.
Hal tersebut juga seperti dikatakan Sulastri, warga Arahan.
Dikatakanya, seperempat hektare sawah miliknya kini terendam lumpur.
• BREAKING NEWS, Gugatan Ahmad Wazir Noviadi Soal Pengguna Narkoba Ikut Pilkada Ditolak MK
Sawah yang terendam tersebut rusak sehingga rencana ia dan keluarga untuk menanam padi terancam gagal.
Dikatakan Sulastri, ia dan warga desa lainya menduga lumpur tersebut berasal dari perusahaan tambang.
"Kenapa kita berani menduga dari tambang batubara karena selama ini meski hujan deras tidak pernah ada lumpur. Kalaupun banjir itu cuman Air. Banyak rumah warga yang terendam, "ungkapnya, Rabu (18/12).
Dirinya sendiri meminta jika lumpur tersebut dari tambang pihak perusahaan bertanggungjawab atas lumpur tersebut terlebih sudah merusak sawah dan masuk kerumah rumah warga.
"Ya katanya perangkat desa sama perusahaan yakni PT Golden Great Borneo dan PT Banjarsari Pribumi sedang mengecek asal limbah. Jika bener dari perusahaan kita minta mereka tanggungjawab, "tegasnya.
Kepala Desa Arahan, As'ar Mustopa mengatakan, ada sekitar 10 rumah yang melapor terendam lumpur dan satu bidang sawah.
• Selama Tiga Bulan 156 Orang di Indralaya Terjangkit Hepatitis A, Kebanyakan Mahasiswa
Laporan tersebut kata dia sudah dikroscek ke lapangan dan memang bener ada lumpur.
Dikatakan As'at, selain sudah merugikan lantaran sudah menganggu aktifitas warga, lumpur juga sudah mengotori rumah dan merusak alat elektronik warga.
Bahkan, lumpur juga merendam warung Joni, akibatnya barang jualan seperti pupuk basah.
"Sejauh ini laporan yang ada rumah yang terendam banjir milik Suryadi. Yus. Fatir. Ashar. Warung Joni. Mes BSS, Rumah Milik Yanto. Hafis dahlan dan sawah milik Sulastri. Sejauh ini diduga dari dua perusahaan tapi kini sedang dipastikan,"ujarnya.
Sementara, PT Golden Great Borneo, perusahaan yang diduga warga menjadi penyebab asal lumpur kini sedang melakukan imvestigasi di lapangan.
• Balita 2 Tahun Dianiaya Ayah Tiri, Setiap Hari Dihujani Tinju Hingga Tewas, Ibu Kandung Mengabaikan
"Saat ini lagi diinvestigasi ke lapangan oleh team. Jika memang dari kita (Perusahaan PT GGB) akan segera diperbaiki supaya jangan tambah parah, "ujar General Manager PT GGB, Erwin Mulyanto.
Humas PT Banjarsari Pribumi, Zaman menuturkan, jika saat ini masih dalam proses pengecekan oleh tim teknis perusahaan, pengurus desa dan pemilik lahan terkait sumber lumpur yang membanjiri rumah dan sawah warga.
"Saat ini tim sedang mengecek ke lapangan. Nanti kalau sudah akan kita sampaikan. Trims sudah minta konfermasi, "ujar Emil, melalui pesan watshapp. (SP/ Ehdi Amin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/lumpur-desa-arahan.jpg)