Pelajaran di SMA Terlalu Berat Bikin Pelajar Asal Jambi Ini Bunuh Diri

Pelajaran di SMA Terlalu Berat Bikin Pelajar Asal Jambi Ini Bunuh Diri

Tribunjambi
Pelajar gantung Diri karena tak kuat ikut pelajaran di SMA 

TRIBUNSUMSEL.COM -  Suasana duka masih menyelimuti kediaman korban di Teluk Majelis, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi, Rabu (11/12) siang.

Pelajar ini bunuh diri setelah mengaku tak kuat mengikuti pelajaran di bangku SMA

Pukul 12.46 WIB, jenazah siswa SMA di Tanjabtim yang diduga bunuh diri itu baru saja selesai disalatkan.

Jenazah siswa SMA kelas XI itu dibawa menuju pemakaman.

 

Ada hal janggal dilakukan siswa SMA di Tanjabtim sebelum gantung diri.

Kisah Pilu Mima Pernikahan Hancur Gegara Pelakor, 7 Tahun Pacaran Tapi Menikah Hanya Sebulan

Informasi yang dihimpun siswa tersebut sempat curhat kepada orang tua pada malam sebelum kejadian, Rabu (11/12).

Pihak keluarga seakan masih tidak mempercayai kejadian yang dialami salah satu keluarganya tersebut.

Mengingat korban tidak menunjukan tanda-tanda yang aneh, meski dalam beberapa hari terakhir korban kerap murung dan susah tidur.

"Kalau wasiat atau pesan tidak ada tinggalkan korban. Hanya saja, beberapa hari terakhir memang almarhum sering murung dan susah tidur malam," ujar Bujang, paman korban.

Lebih lanjut, Bujang mengatakan pada Rabu malam Kamis, korban pulang ke rumah sekitar pukul 11.25 WIB.

Kondisi korban seperti biasa tidak ada perilaku yang aneh.

Seorang pelajar di Tanjab Timur ditemukan dalam kondisi tewas tergantung di tali. Warga Teluk Majelis, Tanjabtim, Jambi digegerkan dengan penemuan remaja yang diduga gantung diri di depan teras rumahnya, pada Rabu (11/12/2019) sekira pukul 05.00 WIB.
Seorang pelajar di Tanjab Timur ditemukan dalam kondisi tewas tergantung di tali. Warga Teluk Majelis, Tanjabtim, Jambi digegerkan dengan penemuan remaja yang diduga gantung diri di depan teras rumahnya, pada Rabu (11/12/2019) sekira pukul 05.00 WIB. (Tribun Jambi/Abdullah Usman)

Orang tuanya sempat menawarkan makan.

"Memang malam tadi dia sempat cerita ke bapak mamaknya, kalau pelajaran di SMA terlalu berat dan dirinya merasa tidak kuat," bebernya.

Almarhum sendiri terbilang siswa baru di sekolah SMA negeri tersebut di bangku kelas XI SMA.

Sebelumnya, korban sempat belajar di pesantren dan sekolah aliyah di dekat rumahnya.

Pihak keluarga sudah merasa ikhlas akan kejadian tersebut.

Meski keluarga sangat menyayangkan melihat korban sendiri merupakan anak yang baik dan terbilang tampan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved