Berita Lahat
Bikin Warga Cemas, Pemuda Penyebar Berita Hoax Harimau di Lahat Diamankan Polisi
Polres Lahat mengamankan pemilik akun facebook Ellek Mandre, terkait aksinya menyebarkan info hoax tentang keberadaan harimau
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Polres Lahat mengamankan pemilik akun facebook Ellek Mandre, terkait aksinya menyebarkan info hoax tentang keberadaan harimau.
Pemilik akun bernama Adam Qodri merupakan warga Griya Alam Sejahtera Kelurahan Pagar Agung Lahat.
Ia diamankan di rumahnya Senin (9/12/2019).
Selanjutnya pemuda tersebut langsung dibawa ke Mapolres Lahat.
Di Mapolres, didampingi keluarganya ia meminta maaf kepada warga Indonesia dan warga Lahat karena menyebar informasi hoax.
Sebelumnya, melalui akun FB Ellek Mandre, Adam Qodri memposting foto harimau dengan keterangan
"Hati Hati Harimau La Nyampai Lahat tepatnye di Perumnas Bengkurat. Jangan dikucak ame nendak dikucak jangan ngicek ka hoax ame dd peecye subok saje langsung ame Dd percye".
Terjemahannya :
"Hati-hati harimau telah sampai Lahat, tepatnya di Perumnas Bengkurat. Jangan diganggu, kalau tidak diganggu jangan mengatakan hoax, kalau tidak percaya lihat saja langsung"
Sontak status ini langsung mendapat respon warganet.
Bahkan warganet sudah memperingatkan.
Lantaran sudah meresahkan, akhirnya pemilik akun diamankan dan melakukan klarifikasi atas statusnya tersebut.
Agus (35 tahun), warga setempat dibincangi media ini, mengucapkan syukur dan berterima kasih atas kerja cepat satuan reskrim Polres Lahat yang telah bertindak cepat mengatasi permasalahan yang telah meresahkan dirinya dan warga lainnya.
Ditambahkanya, dirinya sangat menyayangkan atas apa yang telah diperbuat pemilik akun dimaksud.
Lebih lanjut ia menuturkan hendaknya ini jadi pelajaran semuanya, agar jangan sembarangan menulis sesuatu di media sosial apalagi terkait berita bohong.
“ini cukup meresahkan, akibat dari tulisan di FB tersebut kita warga menjadi takut dan cemas. Mengingat juga kejadian akhir akhir ini, di Pagaralam dan Tanjung Sakti adanya warga meninggal dunia diterkam harimau."
"Kita takut lah kalau memang benar adanya harimau sudah berada di Lahat. Sekali lagi kami acungi jempol kalau pemilik akun sudah diamankan, dan selanjutnya biarkan proses hukum yang berjalan,” tuturnya.
Sementara Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap S.Ik melalui Iptu Sabar Kasubag Humas Polres Lahat dihubungi via telpon membenarkan perihal telah diamankan pemilik akun dimaksud.
“Ya sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan," ujarnya.
Imbauan Wali Kota
Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam meminta pihak UPTD KPH X Dempo untuk dapat menurunkan para oknum petani yang masih beraktivitas di kawasan Hutan Lindung (HL) yang ada didaerah Desa Tebat Benawa Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam.
Pasalnya pasca kejadian meninggalnya Yudiansyah (40) warga Lahat yang diduga diterkam dan dibunuh oleh Harimau Sumatera dikawasan Talang Tani yang diduga masuk dalam kawasan Hutan Lindung Talang/Hutan Adat Desa Tebat Benawa.
Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni dalam imbauannya.
Bahkan dirinya meminta pihak KPH langsung kelokasi untuk menurunkan para petani yang masih beraktifitas dikawasan tersebut.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang masih ada di kebun yang ada di kawasan hutan lindung atau yang berdekatan dengan hutan lindung untuk segera turun dan meninggalkan lahan kebun. Pasalnya saat ini disinyalir Harimau masih berkeliaran di kawasan tersebut," imbaunya.
Wako meminta agar masyarakat dapat mengindahkan imbauan tersebut. Pasalnya hal ini menyangkut keselamatan dari para petani itu sendiri.
"Kita sebenarnya sudah mengimbau untuk tidak mendakati kawasan Hutan Lindung sejak adanya kejadian konflik manusia dan Harimau ini terjadi beberapa waktu lalu. Namun sepertinya himbauan tidak terlalu diindahkan. Namun kali ini kami berharap petani bisa mengindahkan himbauan ini," harapnya.
Kepala UPTD KPH X Dempo, Ardiansyah mengatakan, menurunya konflik antara manusia dan harimau yang terjadi di Desa Tebat Benawa ini karena beberapa oknum masyarakat membuka lahan perkebunan di dalam areal hutan lindung yang bersebelahan dengan hutan adat Tebat Benawa.
"Diduga korban berkebun di areal Hutan Lindung Bukit Patah atau Patahan Tiga yang tidak terpantau oleh kita," ujarnya.
Dikatanya jalur masuk hutan lindung tersebut ada dua jalur yang pertama melewati Desa Tebat Benawa yang kedua melewati daerah Sebidang Alas.
"Sebelum kejadian ini kita sudah mengimbau warga melalui ketua hutan adat Tebat Benawa untuk tidak beraktivitas disana setelah kejadian warga Tebat Benawa diterkam Harimau. Namun ternyata masih tidak mengindahkan imbauan serta peringatan dari KPH," katanya.
Ditegaskannya bahwa oknum masyarakat yang melakukan aktivitas berkebun di areal hutan lindung itu tidak ada izin Hutan Kemasyarakatan (HKM).
"Jadi wajar harimau tersebut menyerang, pasalnya habitat mereka terganggu belum lagi musim kemarau atau bisa jadi memang migrasi karena tempat mereka rusak oleh perambah ilegal," jelasnya.
Pihak KPH mengingatkan masyarakat untuk menjaga hutan jangan sampai dirambah. Pasalnya perambahan berakibat pada rusaknya ekosistem yang ada di hutan lindung tersebut. (SP/ Ehdi Amin/ Wawan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/penyebar-hoax-harimau-lahat.jpg)