Berita Kodam Kodim

Pangdam II Sriwijaya Tidak Tolerir Prajurit dan ASN Terlibat Percaloan Seleksi Prajurit

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan mengingatkan kepada seluruh prajurit dan PNS Ajendam II Sriwijaya untuk tidak terlibat dalam percaloan

Pangdam II Sriwijaya Tidak Tolerir Prajurit dan ASN Terlibat Percaloan Seleksi Prajurit
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan ketika memberikan pengarahan kepada prajurit Ajendam II Sriwijaya, Kamis (21/11/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan mengingatkan kepada seluruh prajurit dan PNS Ajendam II Sriwijaya untuk tidak terlibat dalam percaloan seleksi penerimaan prajurit dan juga menggunakan narkoba.

Apabila ada oknum Prajurit maupun PNS yang terbukti melakukan kegiatan percaloan dalam pelaksanaan seleksi, apalagi dengan iming-iming apapun, akan ditindak tegas.

"Saya tidak akan mentolerir bagi oknum yang terbukti melakukan perbuatan tersebut,” tegas Pangdam dalam arahannya saat berkunjungan di Markas Ajudan Jenderal Kodam II Sriwijaya, Kamis (21/11/2019).

Selain itu, pangdam juga mengingatkan kepada para prajurit dan PNS Ajendam agar bekerja dengan tulus ikhlas tanpa pamrih. Diawasi maupun tidak diawasi pimpinan harus tetap bekerja seperti biasa sesuai bidangnya masing-masing.

Bila ada anggota keluarga dari Prajurit maupun PNS yang ingin masuk menjadi TNI , agar disiapkan dengan baik seperti administrasi, fisik, kesehatan, psikologi dan semua materi tes. Karena masuk menjadi calon Prajurit TNI dilakukan secara obyektif dan transparan, tidak dipungut biaya.

"Saya tekankan juga agar Prajurit dan PNS Kodam II jangan sampai terlibat Narkoba. Bagi Prajurit dan PNS yang terbukti terlibat Narkoba, akan dipecat. Sudah banyak prajurit, baik golongan Tamtama, Bintara maupun Perwira dipecat gara-gara Narkoba," tegas jenderal bintang dua ini.

Pangdam juga mengharapkan kepada seluruh jajarannya untuk menghindari pelanggaran sekecil apapun.

Termasuk bijak dalam menggunakan media sosial.

Para prajurit dan PNS, diminta untuk berhati-hati dalam mengupload suatu konten maupun memberikan komentar di media sosial.

Jangan sampai mengupload hal-hal yang dapat merusak diri pribadi maupun institusi.

Seluruh prajurit agat memberikan pembinaan kepada keluarga dalam penggunaan media sosial.

Jangan sampai karena ketidaktahuan diri dan keluarganya, terjerat kasus hukum karena melanggar undang-undang ITE.

“Sebagai prajurit, harus memiliki hati dan penampilan yang baik serta sopan dan tidak mudah emosi. Begitu juga harus peduli akan kebersihan lingkungan sekitar di tempat tinggal maupun di lingkungan kantor tempat bekerja," pungkasnya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved