Spirit Bisnis
Ridwan Meraup Untung Berkat Kuliner Lokal Palembang Nasi Minyak Ayam Kecap
Tidak memiliki latar belakang keluarga pengusaha membuat Ridwan sempat ditentang mati-matian oleh keluarga saat mencoba berwirausaha
Penulis: Hartati | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Tidak memiliki latar belakang keluarga pengusaha membuat Ridwan sempat ditentang mati-matian oleh keluarga saat mencoba berwirausaha.
Lulus kuliah, pria alumnus Universitas Ekonomi Universitas Sriwijaya itu langsung terjun ke dunia usaha dengan memulai usaha ayam goreng fried chiken dengan menu andalan ayam jebret 2012 lalu.
Bermodal usaha dari keluarga, Ridwan nekat memulai usaha dengan terjun langsung mengurus dapur dan menghandle segalanya.
"Semua keluarga pekerja dan saya sendiri yang bewirausaha, awalnya semua menentang tapi setelah berhasil kini semuanya mendukung," ujar Ridwan, Rabu (20/11/2019).
• Pempek Jadi Kuliner Paling Diminati, Sehari Produksinya Capai 7 ton
Banyaknya serbuan kuliner serba ayam yang hadir dengan jenis menu geprek membuat Ridwan berpikir keras menciptakan menu baru yang unik dan tidak dijual oleh orang lain.
Alhasilterciptalah menu nasi minyak dan ayam kecap yang mulai digelutinya sejak 2017.
Menu lokal ini sengaja diciptakan Ridwan untuk kembali mempopulerkan ke khasan lokal karena nasi minyak biasanya sulit dijumpai.
Kalaupun ada yang menjualnya biasanya hanya ada pada Jumat saja.
Begitu juga dengan ayam kecap yang menjadi menu khas saat kondangan atau menghadiri undangan hajatan kerap menemukan menu ini.
"Saya ingin anak muda juga tahu makanan khas Palembang tapi saya kemas dengan ciri khas milenial namun tetap dengan cita rasa aslinya," ujar Ridwan.
Nasi minyak yang disajikannya sama seperti nasi minyak pada umumnya yang dimasak dengan rempah, kismis disajikan dengan ayam kecap, lalap timun, tomat juga sambal terasi goreng, tempe goreng tepung plus es teh.
Menu ini dibandrol Rp 25.800.
• Kuliner Khas PALI Ikan Segarurung Kini Tahan Sebulan, Gunakan Pengawet Asap Cair Aman Dikonsumsi
Menu lokal lainnya yang juga best seller yakni ayam goreng tepung sambal tempoyak.
Tempoyak yang dibuat dari fermentasi durian yang menjadi ciri khas masakan Sumsel juga disajikan Ridwan.
"Usaha itu harus berani dan berinovasi jangan ikut-ikutan menjual menu yang lagi ramai tapi pilihlah menu yang tidak disediakan orang lain agar punya ciri khas sendiri."
"Promosi terus menerus juga penting jangan cuma usaha dan doa saja karena semuanya harus dilakukan terus menerus dan berkelanjutan," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ridwan-nasi-minyak.jpg)