Tahun 2020 Harga Karet Diprediksi Naik, Gapkindo Minta Petani Waspadai Wabah Daun

Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Wilayah Sumsel, Alex K Eddy berharap tahun depan ekonomi global bisa membaik

Tahun 2020 Harga Karet Diprediksi Naik, Gapkindo Minta Petani Waspadai Wabah Daun
Sripo/ Leni Juwita
Dampak musim kemarau panjang pohon karet nyaris tidak memproduksi getah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Wilayah Sumsel, Alex K Eddy berharap tahun depan ekonomi global bisa membaik.

Dengan demikian bisa berdampak positif pada semua lini ekonomi termasuk meningkatnya harga komoditas terutama karet.

Meski berharap harga karet dunia ikut terkerek namun Alex meminta agar petani waspada penyakit daun karet.

"Jangan sampai harga internasional naik tetapi petani tidak dapat memperoleh karet yang cukup karena kurangnya sadapan dari pohon yang terkena penyakit daun," ujarnya, Selasa (19/11/2019).

Hampir 100 Pekerja Pabrik Karet di Muratara Mengaku Tak Digaji 5 Bulan, Ngadu ke Bupati

Serangan penyakit daun karet ini sudah terjadi sejak 2017 hanya saja di akhir 2018 sampai 2019 semakin parah.

Akibatnya, produksi karet Sumsel turun drastis mencapai 20 persen, begitupun pasokan karet ke pabrik juga mengalami hal serupa.

Pasca wabah menyerang, saat ini hasil produksi karet Sumsel hanya mampu menghasilkan sekitar 800.000 ton.

Padahal, Pabrik-pabrik di Sumsel telah berinvestasi untuk menghasilkan produksi 1,5 Juta ton.

"Tetapi sejauh ini belum pernah tercapai produksi ideal, terlebih ada wabah ini produksi tambah turun dan suplai bahan baku kurang."

"Disinilah pabrik harus pandai-pandai berefisiensi agar tetap bertahan," jelasnya.

Penghujung Tahun, Pemkot Prabumulih Terima Bantuan 55 Ribu Bibit Karet

Halaman
123
Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved