Penghujung Tahun, Pemkot Prabumulih Terima Bantuan 55 Ribu Bibit Karet

Setelah memberikan bantuan bibit karet serta pupuk untuk 60 hektare lahan petani menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)

Penghujung Tahun, Pemkot Prabumulih Terima Bantuan 55 Ribu Bibit Karet
EDISON/TRIBUNSUMSEL.COM
Kepala Dinas Pertanian Prabumulih, Drs Syamsurizal SP MSi 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Setelah memberikan bantuan bibit karet serta pupuk untuk 60 hektare lahan petani menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Pertanian kembali akan mengucurkan bantuan bibit karet untuk 100 hektare lahan petani.

"Pada Juli lalu kita memberikan bantuan bibit lengkap dengan pupuk untuk 60 hektar lahan karet, akhir tahun ini kita mendapat bantuan dari Pemerintah pusat bibit dan pupuk untuk 100 hektare lahan petani," ungkap Kepala Dinas Pertanian, Drs Syamsurizal SP MSi ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (01/11/2019).

Syamsurizal mengungkapkan bantuan pemerintah pusat berupa bibit karet dan pupuk tersebut bernilai sekitar Rp 800 juta, dimana total bibit sebanyak 55.000 bibit karet. "Jadi nanti per hektare lahan akan mendapatkan 550 batang bibit karet, satu hektare lahan milik satu petani sehingga ada 100 orang petani," jelasnya.

Disinggung mengenai lahan apakah sudah siap, pria yang sejak jadi PNS fokus di bidang pertanian itu menuturkan lahan yang akan diberikan bantuan merupakan lahan warga yang masuk daftar tunggu.

"Jadi setiap tahun banyak warga mengajukan usulan mendapat bantuan, tahun ini sekitar 150 hektare warga yang masuk daftar tunggu penerima bantuan. Makanya ketika ada bantuan seperti ini kita tidak sulit lahan karena sudah banyak menunggu, sisa tinggal 50 hektar lahan warga lagi belum menerima bantuan taun ini," bebernya seraya belum bisa memastikan apakah tahun 2020 kembali dapat bantuan atau tidak.

Lebih lanjut Syamsurizal menjelaskan, bantuan bibit karet untuk 100 hektare lahan itu berkat upaya pihaknya melakukan loby ke kementerian pertanian pusat. Bantuan sendiri menurut Syamsurizal ditujukan untuk daerah Kalimantan, namin karena berbagai persoalan akhirnya dipindahkan ke Prabumulih.

"Begitu kita dapat info ada peluang bantuan itu kita langsung ke pusat dan alhamdulilah kita dapatkan. Bantuan itu akan kita salurkan ke petani di kawasan Kelurahan Gunung Kemala, karena mereka telah menunggu sejak lama," jelasnya.

Terkait bantuan tersebut Syamsurizal mengimbau agar para penerima atau petani segera menanam bibit setelah nanti dibagikan oleh pihaknya. Bantuan bibit karet dan pupuk itu sendiri tidak boleh diperjualbelikan jika tetap dilakukan Dinas Pertanian akan membawa ke permasalahan hukum.

"Kita akan awasi setelah dibagikan apakah ditanam atau dijual, begitu juga pupuknya. Jika memang dijual maka akan berurusan dengan hukum, akan kita laporkan karena tujuannya untuk ditanam," tegasnya. (eds)

Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved