Pengamat Teroris Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Pro ISIS
Pengamat Teroris Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Pro ISIS
Hal ini untuk mengetahui apakah pelaku terkait jaringan teroris tertentu atau justru hanya simpatisan yang bergerak sendiri (lone wolf).
"Semuanya masih berproses. Tim Densus 88 bersama stakeholder terkait masih bekerja di lapangan," kata Dedi.
Selain itu, ia mengatakan, seluruh partikel ledakan yang berada di sekitar lokasi akan dikumpulkan untuk kemudian diuji di laboratorium forensik.
Upaya itu dilakukan untuk mengetahui apakah ledakan yang terjadi berjenis low explosive atau high explosive.
"Demikian juga senyawa-senyawa yang digunakan pelaku untuk merakit bomnya," ucapnya.
Informasi yang dihimpun kejadian terjadi sekitar pukul 08.45 WIB.
Sekira pukul 08.00 WIB, diduga pelaku masuk ke Polrestabes Medan menggunakan jaket ojek online.
Pelaku masuk melalui pintu depan menuju Bagian Operasi.
Sesampai disana, pelaku meledakkan diri dan mengakibatkan korban jiwa luka-luka.
Polisi Geledah Rumah Pelaku
Dalam tayangan Breaking News Kompas TV, disebutkan polisi sudah menggeledah rumah pelaku yang berada di Medan.
Diketahui juga bahwa pelaku baru dua bulan bekerja sebagai pengemudi ojek online (Gojek).
Akibat peristiwa itu beberapa orang terluka.
Di antaranya Kasi Propam luka di bagian tangan.
Termasuk pekerja harian lepas J Purba luka dibagian wajah, anggota Propam dan Piket Bagian Operasi.