Bencana Kabut Asap

Warga Sumsel waspada, Potensi Asap Kembali Meningkat pada Besok Sampai 8 November

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) memprakirakan potensi peningkatan asap akan kembali terjadi pada 6-8 November 2019.

Warga Sumsel waspada, Potensi Asap Kembali Meningkat pada Besok Sampai 8 November
TRIBUNSUMSEL.COM/IRKANDI GANDI PRATAMA
Kabut Asap Tebal Selimuti Palembang Jarak Pandang Capai 200 Meter. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) memprakirakan potensi peningkatan asap akan kembali terjadi pada 6-8 November 2019.

Melalui rilis yang dibagikan BMKG Sumsel, potensi asap kembali terjadi dikarenakan secara regional, seiring adanya pusat tekanan rendah dan Badai Tropis Halong di Laut Cina Selatan mengakibatkan masuknya massa udara dingin dari Australia (Muson Australia).

Hal ini menyebabkan lapisan udara atas kembali kering dan berangin kencang yang akan menghambat pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumsel.

"Sehingga akan kembali minim hujan dan berpotensi peningkatan asap,"kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II, Bambang Beny Setiaji, Selasa (5/11/2019).

Sedangkan kondisi sebaliknya akan kembali terjadi peningkatan intensitas hujan di wilayah Sumsel pada 9-11 November 2019.

Hal ini dikarenakan seiring melemahnya Badai Tropis Halong dan masuknya massa udara dari Laut Cina Selatan.

Fenomena ini memiliki kelembaban udara dan pasokan uap air yang baik untuk pertumbuhan awan hujan.

"Kondisi ini bersifat sementara (fluktuaktif) hingga aktifnya Monsoon Cina selatan (Muson Barat). Diiringi munculnya pusat tekanan rendah di belahan bumi selatan (Australia) yang merupakan indikasi Musim Hujan di wilayah Sumsel,"jelasnya.

Lanjutnya, berdasarkan sumber dari LAPAN Tanggal 5 November 2019, tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80% yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang.

Wilayah tersebut yakni Kayu Agung, Cengal dan Pematang Panggang yang umumnya meningkat pada pagi hari (04.00-08.00 WIB).

Penyebabnya karena labilitas udara yang stabil (tidak ada massa udara naik) pada waktu-waktu tersebut.

Untuk itu, BMKG Sumsel mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker dan berhati-hati saat bertransportasi pada pagi hari (04.00-08.00 WIB).

Serta, seiring potensi adanya partikel udara kering di udara (asap) dan menurunnya jarak pandang, disarankan untuk
mengkonsumsi banyak air saat beraktifitas di luar rumah.

Gunanya untuk menjaga kesehatan dikarenakan udara akan terasa lebih terik pada siang hari dengan temperature maksimum 35°C. Sebab posisi matahari berada di sekitar ekuator (khatulistiwa).

"Untuk itu diimbau pula bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran baik itu sampah rumah tangga maupun dalam pembukaan lahan pertanian/perkebunan. Sebab musim kering seperti saat ini sangat mudah terjadi kebakaran," ujarnya.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved