Ternyata Ini Masalah Proyek Jalan di Sumsel, Diungkap Ketua Komisi IV DPRD Sumsel

Kerusakan sejumlah jalan nasional di beberapa kawasan yang ada di Kabupaten/ kota di Sumsel, kemungkinan besar akan tetap terjadi

Ternyata Ini Masalah Proyek Jalan di Sumsel, Diungkap Ketua Komisi IV DPRD Sumsel
ARIF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Ketua komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kerusakan sejumlah jalan nasional di beberapa kawasan yang ada di Kabupaten/ kota di Sumsel, kemungkinan besar akan tetap terjadi untuk beberapa waktu mendatang.

Sebab, pihak komisi IV DPRD Sumsel mendapatkan informasi, alokasi anggaran spesifik sekitar Rp 1 Triliun untuk lima paket pengerjaan jalan yang menjadi bagian dari jalan lintas timur atau jalintim Sumatra.

Dimana, untuk perbaikan atau peningkatan jalan tersebut belum bisa diserap, karena proses lelang yang dilakukan selalu batal.

Menurut ketua komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PU PR) telah beberapa kali melakukan pelelangan proyek kerja sama preservasi jalan nasional di Sumsel, namun selalu gagal, meski masalah pembebasan lahan selama ini sudah clear.

Alamat Website Polresta Palembang Diluncurkan, Layani Pendaftaran SKCK Hingga Informasi SIM Keliling

Palembang Kembali Diselimuti Kabut Asap dan Bakal Minim Hujan

Truk Muatan Masih Banyak Masuk Jalan Protokol di Palembang, Ternyata Ini Aturannya

"Sudah tiga kali dilakukan lelang tahun ini, tapi semuanya batal," kata Ridho, Senin (4/11/2019).

Menurut Ridho, besaran anggaran perbaikan dan peningkatan jalan nasional dari APBN pada tahun 2019 nilainya sebesar Rp 1,86 triliun.

Dimana kegiatannya ada 12 titik, diantaranya penggantian jembatan penghubung Lahat- Pagar Alam- Tanjung Sakti hingga provinsi Bengkulu, kemudian pemeliharan serta peningkatan berkala jalan Betung dan Palembang.

"Dari hasil pertemuan kita dengan pihak Kementerian PU PR Direktorat Jenderal PU BM sub Jaringan Jalan beberapa waktu lalu, hal yang menarik terdapat 5 paket jalan reservasi di Sumsel pada 2019 senilai sekitar Rp 1 triliun, diantaranya resevasi rekonstruki jalan Jambi-Peninggal, Penggialan- Sungai
Lilin, jalan Palembang- Meranjat- Kayu Agung, ternyata sudah tiga kali gagal lelang," tuturnya.

Kemudian pelebaran jalan Sukajadi- Sembawa hingga Betung Kabupaten Banyuasin yang masih belum bisa dilaksanakan, padahal diungkapkan Sekretaris DPD Demokrat Sumsel ini, soal persiapan sebenarnya daerah sudah mengakui siap dan Kabupaten sudah rapat besar dalam hal pembebasan lahan yang masuk kewenangan Kabupaten Banyuasin.

"Jadi kalau masyarakat ingin menikmati kenyamanan berjalan saya rasa hanya mimpi saat ini. Kita sangat menyayangkan tiga kali gagalnya lelang itu, dan jelas mengecewakan masyarakat, khususnya pengguna jalan. Padahal jalan mulus sangat diperlukan masyarajat saat ini, mengingat masyarakat rugi biaya angkut dan waktu tempuh yang cukup lama," tuturnya.

Selaku komisi membidangi infastruktur di provinsi Sumsel, pihaknya akan terus memperjuangkan realisasi pengerjaan perbaikan tersebut, meski dari mata anggaran yang ada, dana alokasi sebelumnya yang belum digunakan itu dipastikan tidak hangus karena sifatnya pembiayaan multi year.

"Kita akan mendorong terus agar ini teralisasi dan kita menyampaikan pesan yang kompenten ke direktorat jaringan jalan, agar lelang ini tidak gagal lagi. Sebab, jika 1 kali gagal biasa yang kedua bisa tapi nyatanya tiga kali lelang gagal," pungkas Ridho didampingi Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel Nasrul Halim.

Ketua komisi IV DPRD Sumsel MF Ridho

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved