Berita Ogan Ilir

Polisi Selidiki Tali Tambang 6 Meter, Diduga Alat Menganiaya Mahasiswa Tewas saat Diksar Menwa

Tali tambang yang menjadi barang bukti kasus tewasnya Muhammad Akbar, masih terus diselidiki Polres Ogan Ilir

Polisi Selidiki Tali Tambang 6 Meter, Diduga Alat Menganiaya Mahasiswa Tewas saat Diksar Menwa
Sripo/ Resha
Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Tali tambang yang menjadi barang bukti kasus tewasnya Muhammad Akbar, masih terus diselidiki Polres Ogan Ilir.

Muhammad Akbar merupakan mahasiswa di Palembang yang tewas saat mengikuti pra pendidikan dasar resimen mahasiswa (Menwa) di Desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (17/10/2019).

Aparat Sat Reskrim Polres Ogan Ilir masih intens dalam menangani kasus ini.

Polisi saat ini sudah menetapkan tiga tersangka pada kasus kematian Akbar.

Korban Tahan Sakit Luar Biasa, Polisi Tetapkan 3 Tersangka Tewasnya Mahasiswa Diksar Menwa

Aparat masih melakukan pengembangan untuk menyelidiki kemungkinan tersangka lain yang terlibat.

"Jadi mohon bersabar, mohon doanya semoga perkara ini cepat tuntas. Tentunya penyidikan kami tidak serta merta berhenti pada 3 tersangka ini."

"Penanganan kasus ini tetap kami kembangkan, bagaimana peran tersangka lain, tetap kita kembangkan," ujar Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi, melalui Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin, Senin (4/11/2019).

Pihaknya mengatakan, saat ini mereka masih mengumpulkan alat bukti terkait kasus tersebut.

Saat ini beberapa barang bukti telah dikumpulkan seperti baju seragam, sepatu laras, senter, dan tali tambang sepanjang 6 meter.

Tali Tambang tersebut, diduga turut menjadi alat penganiayaan saat peristiwa itu terjadi.

Namun terkait siapa yang memakainya, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman.

"Untuk barang bukti tali berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi maupun tersangka, sementara ini, itu menjadikan barang bukti untuk peran tersangka lain," ungkapnya.

Sementata itu sebelumnya, Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alpiani membenarkan jika pihaknya mengamankan tali tambang itu sebagai barang bukti.
Diduga tali tambang ini digunakan untuk mengikat dan membantu korban agar berdiri tegak, saat sakit.

"Itu lah yang baru kita dalami lagi. Karena pada saat korban ini sakit, korban diikat seolah-olah dibantu berdiri tegak."

"Tapi ini kan sebenarnya ga boleh, karena ini tindakan kekerasan terhadap orang. Jadi itu akan kita kembangkan lagi sejauh mana tindakan itu," jelasnya. (SP/ Resha)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved