Siswi SMA Palembang Diculik, Diperkosa Lalu Dibuang ke Daerah Transmigrasi, Ini Update Terbarunya

Polresta Palembang melimpahkan penyidikan kasus pemerkosaan dan penganiayaan FN, pelajar SMA ke Polres Ogan Ilir.

Siswi SMA Palembang Diculik, Diperkosa Lalu Dibuang ke Daerah Transmigrasi, Ini Update Terbarunya
TRIBUNSUMSEL.COM
Korban dan Pelaku Pemerkosaan 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA- Polresta Palembang melimpahkan penyidikan kasus pemerkosaan dan penganiayaan FN, pelajar SMA ke Polres Ogan Ilir.

Tersangka FP (18 tahun), yang melakukan penganiayaan disertai pemerkosaan menjalankan pemeriksaan di Polres Ogan Ilir.

FP diketahui memerkosa dan menganiaya FN, Selasa (22/10/2019) di daerah Sungai Rambutan, Ogan Ilir.

"Benar, sudah kita terima (tersangka FP). Dan sekarang sudah kita tahan," ujar Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Malik Fahrin, Minggu (27/10/2019).

FP ditangkap Team Khusus Anti Bandit (Tekab) 134 dan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang pada di kediamannya di Jalan Taqwa Mata Merah, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni pada Jumat (25/10/2019) petang pukul 18.30.
Kasatreskrim Polrestabes Palembang, Kompol Yon  D Edi Winara melalui Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Hendri Permana menerangkan, tersangka menganiaya dan memperkosa korban serta meninggalkan korban begitu saja. 
Setelah kejadian itu, tersangka kembali ke rumah kost di Mata Merah, Palembang.
"Jadi pengakuannya, tersangka tidak terima korban mengaku hamil, sehingga melakukan penganiayaan dan pemerkosaan itu," papar Heri
"Tersangka juga tidak menyangka korban masih hidup," imbuhnya.
FPW dan FN, keduanya merupakan siswa SMA Kecamatan Seberang Ulu (SU) II.
Hal itu dibenarkan Kepala SMA Herni Limhar yang dibincangi di ruang kerjanya.
"Benar keduanya (korban dan tersangka) siswa SMA sini. FN siswa kelas XII, FP kelas XII," terang Herni.
Sejak FN dinyatakan hilang pada Selasa (22/10/2019) lalu, orang tua FN berkali-kali datang ke sekolah menanyakan keberadaan putrinya.
Pihak sekolah juga sudah bertanya kepada FPW mengenai keberadaan FN.
Karena, FPW dianggap orang dekat dan yang terakhir bersama FN.
"Tapi FPW bersumpah, dia tidak tahu di mana FN. FPW juga tetap masuk sekolah selama beberapa hari korban hilang. Bahkan hari Jumat (25/10/2019), FPW ikut yasinan dan doa bersama untuk korban yang digelar pihak sekolah," terang Herni.
Kronologis
Sebelumnya berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian ini bermula saat FP yang berada di kosan didatangi FN, korban sekaligus pacarnya.

FN datang menemui sekitar pukul 14.00 WIB pada Selasa (22/10/2019).

Saat itu, FN minta diantar pulang ke rumah, lalu pelaku langsung mengajak korban pergi dengan sepeda motor miliknya.

Setiba di perjalanan, FP kaget mendengar korban hamil.

"Itu keterangan tersangkanya, untuk kebenarannya sedang kita tunggu hasil visum," ujar Kanit PPA Reskrim Polres Ogan Ilir, Aiptu Sigit.

Mendengar keterangan itu, FP mengajak korban berkeliling dan sampailah di TKP, tepatnya di Desa Sungai Rambutan Kabupaten Ogan Ilir.

Setiba di tempat itu, FP memaksa FN untuk melakukan hubungan intim, namun ditolak.

FP emosi dan melakukan penganiayaan.

Setelah kekasihnya tak berdaya, FP memerkosa dan meninggalkannya sendirian.

Halaman
12
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved