Berita OKU

Dampak Harga Kedelai Naik, Pedagang di Pasar Korpri OKU Terpaksa Perkecil Ukuran Tempe

Pedagang tempe di Baturaja OKU mengeluhkan lonjakan harga kacang kedelai dan plastik.

Tayang:
Penulis: Leni Juwita | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Sripoku.com/Leni Juwita
HARGA KEDELAI NAIK -- Tina, salah satu pedagang tempe di Pasar Korpri, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU mengungkap terpaksa mengurangi ukuran tempe yang dijualnya karena terdampak naiknya harga kedelai sebagai bahan baku, Senin (18/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pedagang tempe di Baturaja OKU mengeluhkan lonjakan harga kacang kedelai dan plastik.
  • Menyiasati tingginya biaya produksi dan menghindari keberatan dari konsumen, para pedagang terpaksa memperkecil ukuran dagangan.
  • Di sisi lain, para ibu rumah tangga memaklumi siasat tersebut namun tetap berharap jangan ada kenaikan harga tempe.

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA -- Para pedagang tempe di pasar tradisional Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel, mengeluhkan tingginya harga kacang kedelai dan plastik.

Seperti dituturkan Tina, pedagang tempe di Pasar Korpri, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU. 

"Bukan naik lagi, tapi sudah pindah harga. Kami bingung kalau harga tempe dinaikkan pembeli keberatan," urai ujarnya, Senin (18/5/2026).

Menurut pedagang tempe Pasar Korpri, kacang kedelai sebagai bahan baku pembuatan tempe harganya saat ini sudah di angka Rp11.000/kg dari sebelumnya di angka Rp9.000/kg.

Kacang kedelai ini diimpor dari Amerika. Indonesia sangat bergantung pada kedelai impor, di mana Amerika Serikat menjadi pemasok utamanya, menyumbang lebih dari 85 persen dari total impor nasional.

Ketergantungan ini terjadi karena kedelai Amerika dinilai memiliki ukuran yang besar, lebih seragam, serta lebih mudah diolah menjadi makanan khas Indonesia, tempe dan tahu.

Di sisi lain, harga plastik juga mengalami kenaikan yang luar biasa, satu pak biasanya Rp35.000 kini naik menjadi Rp60.000.

Jalan satu-satunya, pedagang tempe terpaksa mengurangi atau memperkecil ukuran tempe.

Sementara itu, sejumlah pembeli juga mengaku tetap menjadikan tempe sebagai salah satu menu andalan sebagai salah satu sumber protein sebab harganya yang terjangkau.

"Tidak masalah ukurannya diperkecil yang penting harganya jangan dinaikan, karena budget belanja kami sudah diatur," kata Lita, pembeli di Pasar Korpri.

Menurut ibu dua anak ini, saat ini semua harga-harga kebutuhan dapur mengalami kenaikan seperti ikan dan ayam.

Tempe ini menjadi menu pendamping ikan, ayam, dan telur sehingga budget belanja cukup.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved