Kasus Kematian Inta Ferin, Dokter Forensik: Tak Ada Tanda-tanda Kekerasan di Jenazah Inta Ferin

Pemeriksaan terhadap jenazah Inta Ferin telah selesai dilakukan tim forensik rumah sakit Bhayangkara, Jumat (1/11/2019).

Kasus Kematian Inta Ferin, Dokter Forensik: Tak Ada Tanda-tanda Kekerasan di Jenazah Inta Ferin
SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
dr Indra Sakti Nasution saat ditemui usai melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah Inta Ferin di instalasi forensik rumah sakit Bhayangkara, Jumat (1/11/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pemeriksaan terhadap jenazah Inta Ferin telah selesai dilakukan tim forensik rumah sakit Bhayangkara, Jumat (1/11/2019).

Dokter forensik rumah sakit Bhayangkara dr Indra Sakti Nasution mengatakan, tidak ditemukan adanya kekerasan di tubuh korban.

"Kondisi korban sudah mengalami pembusukan karena diperkirakan sekitar 2 hari berada di air," ujarnya.

Dikatakan dr Indra, atas permintaan keluar, pihaknya hanya melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

"Jenazah sudah selesai diperiksa dan kemudian akan diserahkan ke pihak keluarga," ujarnya.

Kronologi

Penemuan sesosok mayat perempuan yang mengapung di aliran sungai Musi mengagetkan warga, Jumat (1/11/2019) pagi.

Kemudian diketahui, jenazah tersebut merupakan Inta Ferin (22 tahun), mahasiswi universitas PGRI Palembang yang dinyatakan hilang sejak Rabu (30/10/2019) lalu.

Kasat Polair Resta Palembang, Kompol Cahyo Yudo Winarno mengatakan, jenazah tersebut ditemukan diperairan sungai Musi tepatnya di depan dermaga kontainer Pelabuhan Boom Baru.

"Informasi itu kami terima dari laporan warga pada pukul 06.45 wib," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved