Berita Lubuklinggau

Warga Masih Buang Sampah Sembarangan, DLH Lubuklinggau Akan Bongkar 10 TPS

Sampah plastik dan sampah rumah tangga selalu berserakan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Yos Sudarso, Kota Lubuklinggau.

Warga Masih Buang Sampah Sembarangan, DLH Lubuklinggau Akan Bongkar 10 TPS
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Salah seorang warga melintas di TPS liar samping eks Kantor Bupati Musi Rawas, Kota Lubuklinggau 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -Sampah plastik dan sampah rumah tangga selalu berserakan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Yos Sudarso, Kota Lubuklinggau.

Akibatnya pemandangan tak sedap selalu disaksikan setiap pagi.

Sebagai solusinya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lubuklinggau berencana akan membongkar seluruh TPS yang ada disepanjang Jalan Yos Sudarso.

"Percuma saja ada TPS masyarakat banyak tidak patuh, kelemahan ada TPS itu, dari mobil lempar-lempar, jadinya kan tambah kotor," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Lubuklinggau, Subandio pada wartawan, Kamis (31/10/2019).

Subandio menjelaskan, alasan lain DLH berencana membongkar semua TPS yang di Kota Lubuklinggau. Karena selalu dimanfaatkan oleh pemulung untuk mengais sisa-sisa sampah.

"Sudah buang sembarangan, datang pemulung sampah yang sudah diasoi mereka bongkar. Kita larang mereka tersinggung, mereka beralasan cari makan susah, kami mulung kamu larang pula, akhirnya serba tidak enak," ujarnya.

Lanjutnya, lain halnya jika semua semua pihak taat aturan, misal membuang sampah pada tempatnya, kemudian para pemulung setelah membuka plastik -plastik sampah dikembalikan lagi seperti semula.

"Jumlah TPS di Kota Lubuklinggau saat ini ada 10, dua sudah kita bongkar seperti belakang Masjid Agung sudah jadi taman, kemudian di depan DPRD Lama sudah kita bongkar kita tanam buah-buahan," katanya.

Subandio menuturkan, untuk pengangkutan sampah di Kota Lubuklinggau dilakukan dua kali dalam sehari yakni pagi dan sore. Setiap hari sampah yang dihasilkan masyarakat mencapai 100-150 ton perhari.

"Kedepan masalah sampah ini kita ada kerjasama dengan perusahaan yang bisa mengolah limbah menjadi debu, jadi sampah yang dari daun-daun jadi kompos, plastik jadi gas metana, jadi sampah ini bisa teratasi," ujarnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved