Bencana Kabut Asap

Udara Palembang Masih Bahaya, Wali Kota Perpanjang Libur Siswa Sekolah Sampai 18 Oktober 2019

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Walikota Palembang Harnojoyo melalui surat edaran resmi memperpanjang masa libur belajar mengajar terkait kabut asap.

Istimewa
Kebakaran lahan terjadi di OKI, Senin (14/10/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Walikota Palembang Harnojoyo melalui surat edaran resmi memperpanjang masa libur belajar mengajar terkait kabut asap.

Surat edaran ini ditujukan kepada Kepala PAUD, TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs baik negeri ataupun swasta di Palembang.

Dalam surat tersebut Harnojoyo menuliskan bahwa sehubungan kabut asap atau keadaan udara di Kota Palembang masih sangat berbahaya yang berdasarkan informasi konsentrasi portikulat PM 10 (495,77 gram/m³) pada Rabu (16/10/2019) hari ini.

Dan dikhwatirkan dapat mengganggu kesehatan bagi siswa PAUD, TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTs negeri dan swasta di Kota Palembang.

Maka libur tersebut diperpanjang sampai 18 Oktober 2019.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Palembang Herman Wijaya membenarkan bahwa memang masa libur belajar mengajar diperpanjang karena kabut asap di Palembang masih menunjukkan angka berbahaya.

"Ya benar libur diperpanjang mengingat kabut asap ini bisa membahayakan siswa PAUD, TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs," katanya, Rabu (16/10/2019).

"Maka dari itu bapak Walikota Palembang Harnojoyo mengeluarkan surat edaran resmi yang ditujukan langsung kepada Kepala PAUD, TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs negeri dan swasta di Palembang dan agar siswa yang libur tetap menjaga kesehatan serta guru-guru bisa terus memantau siswa melalui orangtua dan memberikan tugas kepada siswa," ujarnya.

Kabar sebelumnya, tersebar pesan melalui Whatsapp bahwa belajar mengajar diperpanjang hingga Jumat (18/10/2019). Berikut isinya:

Yth Bapak Ibu KS TK / PAUD / SD/ SMP / MTs Negeri maupun swasta ( *TANPA KECUALI* )

Halaman
123
Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved