Dua Oknum PNS di Muratara Bolos Kerja Berbulan-bulan, Padahal Punya Jabatan

Dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) bolos kerja berbulan-bulan.

Dua Oknum PNS di Muratara Bolos Kerja Berbulan-bulan, Padahal Punya Jabatan
Tribun Sumsel / Rahmat Aizullah
Meja kerja oknum PNS yang bolos di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muratara. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Rahmat Aizullah

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) bolos kerja berbulan-bulan.

Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut berinisial ET dan YD bekerja di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muratara.

ET adalah pegawai dengan pangkat/golongan Penata/III.c menjabat Kasi Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (PPPKM).

Sedangkan YD pegawai dengan pangkat/golongan Penata Muda TK I/III.b menjabat Kasubbag Keuangan, Tata Usaha dan Perlengkapan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muratara, Herawati melalui Sekretaris, Sumarsih saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com membenarkan hal tersebut.

Ia menyebutkan, oknum ET dan YD yang merupakan anak buahnya itu sudah lebih dari dua bulan tidak masuk kerja tanpa keterangan.

"Kalau ET terakhir masuk kerja tanggal 5 Agustus 2019. Kalau YD terakhir masuk tanggal 31 Juli 2019," terang Sumarsih, Selasa (8/10/2019).

Ia mengaku tidak mengetahui sebab atau alasan dua bawahnya itu tidak masuk kerja tanpa keterangan.

Selaku atasan, pihaknya telah menegur dan menanyakan kepada ET dan YD melalui pesan WhatsApp, namun tidak ditanggapi.

Bahkan kata dia, oknum ET dan YD telah diberikan surat peringatan (SP) sebanyak tiga kali, namun belum ada respon dari yang bersangkutan.

"Sudah ditegur melalui Whatshap, sudah dikim SP sebanyak tiga kali, tembusan SP sudah diberikan kepada BKPSDM, Inspektorat, dan pak bupati," ujar Sumarsih.

Ia menyayangkan perilaku bolos kerja yang dilakukan dua bawahannya itu kerena banyak pekerjaan yang terbengkalai.

"Dampak dari kejadian ini banyak pekerjaan yang terhambat. Mudah-mudahan ini tidak menular ke pegawai lain," harapnya. (cr14)

Penulis: Rahmat Aizullah
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved