Berita Muratara

Gugatan Praperadilan Kades Biaro Baru Muratara Ditolak, Kasus Penggelapan Dana Syukuran

Gugatan praperadilan yang diajukan tersangka Syahrul Jauzi Kades Biaro Baru Muratara ditolak hakim pengadilan Lubuklinggau

Gugatan Praperadilan Kades Biaro Baru Muratara Ditolak, Kasus Penggelapan Dana Syukuran
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Kades Biaro Baru Syahrul Zausi saat digelandang menuju Kejari Lubuklinggau, Jumat (27/9/2019) petang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS-Gugatan praperadilan yang diajukan tersangka Syahrul Jauzi Kades Biaro Baru Muratara ditolak hakim pengadilan Lubuklinggau.

Gugatan itu diajukan melalui kuasa hukumnya Dodi IK.

Syahrul Jauzi adalah Kepala Desa Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara yang ditetapkan tersangka oleh Satreskrim Polres Musirawas atas kasus dugaan penggelapan dana syukuran sebesar Rp46 juta.

"Tadi sidang putusan gugatan praperadilan No:2/pid.pra/2019/pn.llg yang diajukan oleh pemohon Syahrul Jauzi melalui kuasa hukumnya Dodi IK dan partners melawan Satreskrim Polres Musirawas di Pengadilan Negeri Lubuklinggau," kata Kapolres Musirawas AKBP Suhendro melalui Kasat Reskrim AKP Wahyu Setyo Pranoto, Senin (30/9/2019).

"Hakim tunggal yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut Andi Barkam Mardianto dengan dibantu panitera Boy Hendra Kusuma telah membacakan putusan prapradilan dan memutuskan bahwa seluruh gugatan pemohon ditolak," sambung AKP Wahyu Setyo Pranoto.

Kades Biaro Baru Muratara Dijebloskan ke Lapas Karena Tuduhan Penggelapan, Sekdes: Beliau Dizolimi

Dikatakan, dengan ditolaknya gugatan pemohon, maka seluruh rangkaian penyelidikan, penyidikan dan penentuan status tersangka dan penyitaan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Musirawas telah sesuai prosedur dan aturan hukum yang berlaku serta telah memiliki minimal dua alat bukti yang cukup.

Dijelaskan, sidang praperadilan tersebut digelar pertama pada 20 September 2019, dengan agenda pembacaan gugatan.

Kemudian dilanjutkan dengan agenda jawaban termohon, replik pemohon, duplik termohon, saksi dan bukti surat, kesimpulan dan kemudian putusan.

"Dalam persidangan praperadilan tersebut, pihak pemohon juga menghadirkan saksi ahli pidana, DR Yuli Asmara Putra. Namun keterangan ahli tersebut tidak cukup untuk meyakinkan hakim untuk mengabulkan gugatan dari pemohon," ujarnya.

Tilap Dana Plasma Desa Puluhan Juta, Kades Biaro Baru Muratara Masuk Penjara

Ditambahkan, gugatan praperadilan ini berawal dari penetapan tersangka yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Musirawas terhadal Syahrul Jauzi, Kades Biaro Baru Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara.

Syahrul ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penggelapan dana syukuran anggota plasma sebesar Rp46 juta yang dilaporkan ke Polres Musirawas.

Atas penetapan tersangka tersebut, kades kemudian mengajukan gugatan praperadilan karena menganggap penetapannya sebagai tersangka dan penyitaan yang dianggap tidak prosedur dan tidak dilengkapi dengan dua alat bukti yang cukup.

"Saat ini perkaranya sudah P21, sudah tahap 2 dilimpahkan ke kejaksaan sejak Jumat (27/9/2019)," pungkas AKP Wahyu Setyo Pranoto. (Sp/ ahmad farozi)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved